Besi Beton SNI + Wiremesh Standar



Besi polos 8, 10, 12 & wiremesh Bojonegoro - Surabaya

99: Salam..

Saya ingin info tentang *Produk-Jayasteel* Nama saya :y--

Alamat : bojonegoro

ma: Kebutuhan nya apa saja?

Ukuran berapa?

Berapa banyak?

99: Besi polos 8, 10, 12 dan wiremesh. Apakah ada minimum pembelian? apakah free ongkir ke bojonegoro?

ma: Kira-kira kebutuhan berapa banyak

99: Sekitar kurang lebih 500 lonjor 


 Besi polos 8, 10, 12 & wiremesh Bojonegoro - Surabaya

wermesh roll m5 & m6 (Wiremesh) Solo - Surabaya

37: Salam..

Saya ingin info tentang *Produk-Jayasteel* Nama saya : B--

Alamat : solo

ma: Kebutuhan ukuran berapa

ma: Berapa banyak

37: wermesh roll m5 dan m6 punya mas?

37: lokasi mana?

ma: Surabaya

ma: Kira-kira kebutuhan berapa banyak?

ma: kurang lebih cuman 20 roll mas

 

 wermesh roll m5 & m6 (Wiremesh) Solo - Surabaya

order begel + besi beton + wermesh roll m5 dan m6

55: *Saya ingin info mengenai Produk JayaSteel* 

Jenis : besi beton

Ukuran : 16 dan 12 

Jumlah : 160 batang

...

ma: Untuk daerah mana 


19: Mlm mas bade order begel kalian besi beton mbtn.

37: Salam..

Saya ingin info tentang *Produk-Jayasteel* Nama saya : B--

Alamat : solo

37: wermesh roll m5 dan m6 punya mas?

37: kurang lebih cuman 20 roll mas

22: Selamat sore pak..saya o-- dari pt bluemar bali.mau tanya harga besi 8mm dan besi 13 ulir.πŸ™

22: Besi 8mm polos 355 batang 

Besi 13 ulir 462 batang

99: Selamat pagi pak. 

Ada stok wermesh 4,7 pak.. 

Sy butuh 3 roll

99: Biar sy ambil pak.. 

Sy lokasi kediri..

 

order begel + besi beton + wermesh roll m5 dan m6

besi ulir 6,8,10 Harga per batang Tuban - Surabaya

73: *Saya ingin info mengenai Produk JayaSteel* 

Jenis :besi ulir

Ukuran :6,8,10

Jumlah 

...

73: Harganya berapa pak per batangnya

ma: Kebutuhan berapa banyak

ma: Untuk daerah mana

73: Daerah Senori

ma: Daerah mana itu?

73: Daerah tuban

ma: Kira-kira kebutuhan berapa banyak

73: Yang ini perbatangnya berapa pak

73: Pagi pak

73: Saya mau nanya

73: Harga ukuran besi 6,8,10 yang ulir per batangnya berapa ya terimakasih 

besi ulir 6,8,10 Harga per batang Tuban -  Surabaya

Wiremesh Roll M6 Demak - Surabaya

--5000: *Saya ingin info mengenai Produk JayaSteel* 

Jenis : weirmesh roll

Ukuran : M6

Jumlah :

...

5000: Harga berapa?

ma: Kebutuhan berapa banyak

ma: Untuk daerah mana

5000: Rencana ambil 10 roll

5000: Utk Demak Jateng 


Wiremesh Roll M6 Demak - Surabaya

Harga besi Berapa hari ini D10 D13 D19 D25 Jakarta - Surabaya

100: Sore

100: Dengan Jaya steel

uma: Ya

uma: Ada yang bisa dibantu?

100: Harga besi brp hari ini

100: Mutu 420B

uma: Kebutuhan ukuran berapa

uma: Berapa banyak

uma: Untuk daerah mana

100: D10 500 btg

D13 1000 btg

D19 750 btg

D25 600 btg

uma: Untuk daerah mana?

7100: Jakarta

uma: Nanti dihubungi petugas kami ya

100: Ditunggu pak


Harga besi Berapa hari ini D10 D13 D19 D25 Jakarta - Surabaya

wiremesh M6 M8

36: Pagi pak ..

ma: Selamat pagi

36: Pagi saya butuh wiremesh apa bisa bantu trimakasih

ma: Kebutuhan ukuran berapa

ma: Berapa banyak

36: M6 = 33 Lb

M8 =   8 Lb

ma: Untuk daerah mana

36: Kirim ke expedisi sindo jl. Kalianak 

 

wiremesh M6 M8


Pengelasan Tumpul Kampuh V Posisi Datar dengan Penahan Belakang (BUSUR LISTRIK)

 TEKNIK PENGELASAN

TEKNIK PENGELASAN BUSUR LISTRIK
Penanganan Mesin Las Busur Listrik Arus Bolak - Balik
 Pengelasan Posisi Datar

Pengelasan Tumpul Kampuh V Posisi Datar dengan Penahan Belakang

 1. Persiapan
Sebagai langkah persiapan, perhatikan hal-hal berikut :
(1) Siapkan dua logam dasar dengan kampuhnya
(2) Siapkan satu potong logam penahan bagian belakang.
(3) Berikan bevel 3o pada salah satu sisi penahan belakang.
(4) Hilangkan sisik-sisik bagian belakang logam dasar tersebut dengan kikir tangan.

Gambar 32 Persiapan awal pengelasan tumpul kampuh V posisi datar dengan penahan belakang


2. Pemberian las ikat

(1) Tempelkan kedua logam dasar diatas lempengan penahannya.
(2) Diantara dua logam itu, berikan celah 4 mm.
(3) Berikan las ikat pada bagian belakang logam dengan penahannya dengan hati-hati jangan sampai merusak pengelasan bagian depan.
(4) Pastikan jika ada perubahan posisi hanya ± 3o.
Plat penahan Las ikat Sisi depan Sisi belakang Las ikat

Gambar 33 Pemberian las ikat


3. Pembuatan busur

(1) Buatlah busur pada ujung lempeng penahan belakang.
(2) Pindahkan / gerakkan ke daerah pengelasan (celah utama) setelah busurnya stabil.

Gambar 34 Pembuatan busur pada ujung lempeng penahan belakang



4. Pengelasan pertama
Pengelasan pertama adalah tahap pengelasan untuk penembusan, perhatikan hal-hal berikut :
(1) Aturlah arus pengelasan ke 180 A.
(2) Pertahankan elektroda pada 90o terhadap kanan kiri logam dan 75 - 80o terhadap arah pengelasan.
(3) Jangan diayun.

Jaga agar busur tetap lurus diujung lobang terus menerus.

Gambar 35 Pengelasan pertama


5. Pengelasan kedua

Pengelasan kedua adalah merupakan tahap pengisian, dilakukan dengan metode mengayun, perhatikan hal-hal berikut :
(1) Rontokkan terak pada alur garis pertama dan bersihkan.
(2) Atur arus las hingga 170 A.
(3) Pertahankan elektroda pada sudut yang sama pada garis pertama. (4) Pindahkan elektrodanya dari tepi ke tepi seperti gambar disamping sambil mengikuti proses mengelas.

Gambar 36 Pengelasan kedua


6. Pengelasan ketiga dan lainnya
Seperti pada pengelasan kedua, pengelasan ketiga dan seterusnya juga merupakan tahap pengisian, perhatikan hal-hal berikut : (1) Atur arus pengelasan pada 165 A.
(2) Pindahkan elektroda dari tepi ke tepi seperti yang ditunjukkan disamping sambil mengelas.
(3) Laslah alur yang terakhir supaya alur itu lebih rendah 0.5 sampai 1mm dari permukaan logam dasar

Gambar 37 Pengelasan ketiga


7. Pengelasan terakhir

(1) Aturlah arus las ke posisi 150 - 160 A.
(2) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi sambil mengelas.
(3) Pertahankan lebar ayunan elektroda sampai bingkainya siap terbuka.
(4) Pertahankan lebarnya manik-manik sampai bingkainya membuka tambah 2 mm.
(5) Buatlah manik-manik penguat tidak lebih dari 1.5 mm.

Gambar 38 Pengelasan terakhir

Bukaan sudut + 2mm Bukaan sudut

Gambar 39 Proses pembukaan sudut


8. Pemeriksaan hasil las
(1) Bentuk rigi-rigi (lebarnya, kekuatannya, dan bentuk selangnya).
(2) Kondisi akhir ujung-ujung rigi.
(3) Takikan atau tumpangan.
(4) Deformasi/lengkungan.
(5) Pembersihan.


Gerakan elektroda yang benar Gerakan elektroda yang tak beraturan Gerakan elektroda yang cepat Gerakan elektroda yang pelan Takik Overlap Bentuk rigi las Yang akhir Yang pangkal Perubahan bentuk Pembersihan

Gambar 40 Pemeriksaan las

Pengelasan Posisi Datar (manik Lurus dengan ayunan)

 

Mengelas Manik manik Lurus posisi datar

1. Persiapan
Sebagai langkah awal dalam proses pengelasan ini, lakukan persiapan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Tempatkan logam dasar tebal 9 mm pada meja kerja pada posisi yang stabil dan bersihkan permukaannya.
(2) Aturlah arus las dengan besaran antara 150 & 160 A.
(3) Atur posisi tubuh seperti pada gambar 11

2. Penyalaan busur
Nyalakan busur api sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan kembali ke posisi semula seperti terlihat pada gambar 14.
Titik permulaaan Posisi penyalaan busur

Gambar 14 Penyalaan busur pada pengelasan posisi datar


3. Pengelasan manik-manik las

(1) Tempatkan elektroda 900 terhadap permukaan logam dasar dan 700- 800 terhadap arah pengelasan.
(2) Tahanlah dengan seksama lebar rigi-rigi jangan sampai melebihi dua kali diameter inti.
(3) Tetapkan bahwa panjang busur kira-kira 3- 4 mm.
(4) Arahkan elektrode las pada ujung lubang pengelasan.
Lebar rigi-rigi 7~8 mm Elektroda Kawat inti Pelindung flux Logam induk Lubang Penembusan las Pelindung gas Panjang busur = Diameter inti Terak Material pengelasan

Gambar 15 Posisi elektrode
Gambar 16 Posisi Batang Las


4. Mematikan busur las
Untuk mematikan busur las biarkan panjang busur menjadi pendek dan kemudian cepat matikan (lihat gambar 17).

5. Menyambung manik-manik las
Terbatasnya panjang elektrode terbungkus yang digunakan pada proses pengelasan ini mengakibatkan terputusnya manik-manik las.
Untuk menyambung kembali ikutilah petunjuk berikut :
(1) Bersihkan ujung lubangnya.
(2) Nyalakan busur sekitar 20 mm di depan kawah las dan putar balik kekawah lasnya.
(3) Buatlah endapan sehingga kawah lasnya terisi kemudian pindahkan elektrodanya ke depan.
Posisi alur busur Baik ( Terlalu tebal) Buruk Kondisi dari sambungan Buruk (Terlalu tipis)

Gambar 17 Posisi alur busur
Gambar 18 Penampang sambungan las

6. Pengisian kawah/lubang las
Buatlah endapan pada kawah las sehingga sama rata dengan bahan yang dilas.
(1) Biarkan panjangnya busur itu memendek pada ujung garis pengelasan dan buatlah lingkaran kecil 2 atau 3 kali.
(2) Nyalakan dan matikan busur secara berulang-ulang dan jangan lupa sebelum awal pengelasan lakukan pembersihan terlebih dahulu.

a. Pemutusan arus
b.


Gambar 19 Cara pemutusan arus


7. Pemeriksaan hasil las

Setelah proses pengelasan selesai, periksalah hal-hal berikut :
(1) Kondisi akhir ujung pengelasan.
(2) Hasil pengelasan (ketebalannya, kekuatannya, relung-relung lasnya).
(3) Takik / Tumpang tindih (overlapping)

Lebar rigi-rigi Penyelesaian akhir Bentuk gelombang rigi Mulai Percikan Takik Overlap / Menumpang

Gambar 20 Hasil pengelasan
Gambar 21 Takik & overlap


(4) Penampang hasil las (lihat gambar 18).
(5) Pembersihan.terak maupun percikan las

Membuat manik-manik posisi datar dengan ayunan

1. Persiapan
Sebagai langkah awal dalam proses pengelasan ini, lakukan persiapan dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Letakkan logam dasar diatas meja kerja pada posisi yang tepat dan bersihkan permukaannya.
(2) Aturlah arus pengelasannya ke ukuran antara 160 & 170 A. Untuk pelat tebal 9 mm
(3) Perhatikan posisi tubuh seperti pada gambar 11

2. Penyalaan busur

Nyalakan busur api sekitar 10-20 mm didepan titik awal dan kembali ke posisi semula (lihat gambar 12).
3. Pengelasan manik-manik las
(1) Elektroda harus dipegang dengan kemiringan 90o terhadap kanan kirinya logam dan 75 - 85o terhadap arah lasnya.
(2) Gerakkan batang lasnya ke tepi kanan dan kirinya sambil berhenti sejenak dititik masing-masing tepi.
a. Lebar ayunan tidak boleh lebih dari 3 kali diameter inti .
b. Gerakkan tangkai las dengan jarak yang tetap dengan cara menggunakan seluruh tangan.
Gerakkan perlahan di sekitar titik balik Langkah Kurang dari tiga kali diameter inti Terak

Gambar 22 Ayunan las saat pembuatan manik – manik posisi datar


4. Menyambung manik-manik las

Untuk menyambung manik-manik las yang terputus karena elektrode habis, ikutilah petunjuk berikut :
(1) Bersihkan kawah las.
(2) Nyalakan busur ± 20 mm didepan kawah las dan putar kembali ke kawah
(3) Buatlah endapan sampai hampir memenuhi kawah lalu maju.
Titik penyalaan busur

Gambar 23 Menyambung manik–manik las


5. Mengisi kawah las

(1) Nyala dan matikan busur berulang-ulang melalui ujung elektrode.
(2) Buatlah endapan sehingga mengisi kawah sama rata dengan manik-manik.
Nyala dan matikan busur Logam isian

Gambar 24 Menyalakan dan mematikan busur


6. Pemeriksaan hasil las

Setelah proses pengelasan selesai, periksalah hal-hal berikut :
(1) Kondisi terakhir penyelesaian rigi-rigi.
(2) Bentuk rigi-rigi (lebar, kekuatan, dan bentuk relung-relungnya).
(3) Takikan atau tumpangan.
(4) Kondisi sambungan rigi-rigi.
(5) Pembersihan.terak dan percikan
Finishing end Lebar rigi Titik awal Bentuk rigi-rigi Percikan Takik Sambungan rigi Menumpang Titik akhir

Gambar 25 Poin pemeriksaan