Pengelasan Tumpul Kampuh V Posisi Datar dengan Penahan Belakang (BUSUR LISTRIK)

 TEKNIK PENGELASAN

TEKNIK PENGELASAN BUSUR LISTRIK
Penanganan Mesin Las Busur Listrik Arus Bolak - Balik
 Pengelasan Posisi Datar

Pengelasan Tumpul Kampuh V Posisi Datar dengan Penahan Belakang

 1. Persiapan
Sebagai langkah persiapan, perhatikan hal-hal berikut :
(1) Siapkan dua logam dasar dengan kampuhnya
(2) Siapkan satu potong logam penahan bagian belakang.
(3) Berikan bevel 3o pada salah satu sisi penahan belakang.
(4) Hilangkan sisik-sisik bagian belakang logam dasar tersebut dengan kikir tangan.

Gambar 32 Persiapan awal pengelasan tumpul kampuh V posisi datar dengan penahan belakang


2. Pemberian las ikat

(1) Tempelkan kedua logam dasar diatas lempengan penahannya.
(2) Diantara dua logam itu, berikan celah 4 mm.
(3) Berikan las ikat pada bagian belakang logam dengan penahannya dengan hati-hati jangan sampai merusak pengelasan bagian depan.
(4) Pastikan jika ada perubahan posisi hanya ± 3o.
Plat penahan Las ikat Sisi depan Sisi belakang Las ikat

Gambar 33 Pemberian las ikat


3. Pembuatan busur

(1) Buatlah busur pada ujung lempeng penahan belakang.
(2) Pindahkan / gerakkan ke daerah pengelasan (celah utama) setelah busurnya stabil.

Gambar 34 Pembuatan busur pada ujung lempeng penahan belakang



4. Pengelasan pertama
Pengelasan pertama adalah tahap pengelasan untuk penembusan, perhatikan hal-hal berikut :
(1) Aturlah arus pengelasan ke 180 A.
(2) Pertahankan elektroda pada 90o terhadap kanan kiri logam dan 75 - 80o terhadap arah pengelasan.
(3) Jangan diayun.

Jaga agar busur tetap lurus diujung lobang terus menerus.

Gambar 35 Pengelasan pertama


5. Pengelasan kedua

Pengelasan kedua adalah merupakan tahap pengisian, dilakukan dengan metode mengayun, perhatikan hal-hal berikut :
(1) Rontokkan terak pada alur garis pertama dan bersihkan.
(2) Atur arus las hingga 170 A.
(3) Pertahankan elektroda pada sudut yang sama pada garis pertama. (4) Pindahkan elektrodanya dari tepi ke tepi seperti gambar disamping sambil mengikuti proses mengelas.

Gambar 36 Pengelasan kedua


6. Pengelasan ketiga dan lainnya
Seperti pada pengelasan kedua, pengelasan ketiga dan seterusnya juga merupakan tahap pengisian, perhatikan hal-hal berikut : (1) Atur arus pengelasan pada 165 A.
(2) Pindahkan elektroda dari tepi ke tepi seperti yang ditunjukkan disamping sambil mengelas.
(3) Laslah alur yang terakhir supaya alur itu lebih rendah 0.5 sampai 1mm dari permukaan logam dasar

Gambar 37 Pengelasan ketiga


7. Pengelasan terakhir

(1) Aturlah arus las ke posisi 150 - 160 A.
(2) Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi sambil mengelas.
(3) Pertahankan lebar ayunan elektroda sampai bingkainya siap terbuka.
(4) Pertahankan lebarnya manik-manik sampai bingkainya membuka tambah 2 mm.
(5) Buatlah manik-manik penguat tidak lebih dari 1.5 mm.

Gambar 38 Pengelasan terakhir

Bukaan sudut + 2mm Bukaan sudut

Gambar 39 Proses pembukaan sudut


8. Pemeriksaan hasil las
(1) Bentuk rigi-rigi (lebarnya, kekuatannya, dan bentuk selangnya).
(2) Kondisi akhir ujung-ujung rigi.
(3) Takikan atau tumpangan.
(4) Deformasi/lengkungan.
(5) Pembersihan.


Gerakan elektroda yang benar Gerakan elektroda yang tak beraturan Gerakan elektroda yang cepat Gerakan elektroda yang pelan Takik Overlap Bentuk rigi las Yang akhir Yang pangkal Perubahan bentuk Pembersihan

Gambar 40 Pemeriksaan las

Posting Komentar