Besi Beton SNI + Wiremesh Standar



Daftar Harga Besi Beton Bangkalan Madura

] Cahyo W: 28.500 perbatang

] Cahyo W: 5,5 @ 26.000

 

Untuk teman-teman di Bangkalan Madura, kami bagikan info Besi Ulir 8 mm untuk tambahan dan sebagai acuan untuk bulan ini.  Update harga Besi Ulir 8mm dan ukuran lain dari diameter 6 mm hingga 33 bisa melalui tombol Hitung Harga Besi Beton dibawah.  Selain info mengenai Besi Ulir Harga juga kami bagikan kabar update ukuran, berat dan harga wiremesh serta baja ringan. Harga yang ditampilkan via gambar atau image adalah benar sesuai waktu saat post ini dikirim. Tentu saja, di waktu yang lain saat post ini dibuka, ada harga terbaru yang update pada tanggal saat ini.

sewaktu-waktu harga berubah (update buka di tombol Hitung harga Besi Beton di bawah)

Produk lain, yang disediakan oleh Jaya Steel dan Mitra Jayasteel ada di halaman ini, dan lebih lengkap, bisa langsung menghubungi kontak petugas. Salam  juga untuk teman distributor besi beton di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Semoga usahanya lancar. 

Daftar Harga Besi Beton Semua Ukuran per kg dan per batang

Kami bagikan untuk anda, update daftar harga besi beton untuk bulan ini. Semoga tabel yang kami bagikan dalam semua ukuran betoneser yang ada di pasaran ini, bisa berguna bagi teman-teman yang ada di Madura, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Kami juga telah melayani pengiriman ke daerah lain di Jawa Timur. Senang bisa melayani teman-teman yang ada di Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso. Tidak lupa beberapa toko bangunan yang ada di Jember, Banyuwangi, dan Bali. Senang bisa melayani user anda dengan baik. Semoga bisa memberikan layanan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Update harga baja tulangan per kg, per batang, untuk semua ukuran besi beton polos diameter 6 hingga 16 dan diameter 10 hingga 33 untuk besi beton ulir.




Update harga sebagai acuan, bisa dengan mengikuti tombol Hitung Harga Besi Beton di bawah ini. Anda bisa memasukkan ukuran diameter dan panjang sesuai dengan yang anda inginkan. Penawaran khusus untuk anda bisa dengan menghubungi admin kami, yang kontaknya ada di halaman ini.

 

-Ada juga teman yang lain mencari info Besi Ulir 13 Harga dan Besi Ulir 16. Kami telah menyiapkan beberapa informasi yang bisa dibagikan ke teman-teman pengunjung website ini. Ada info Besi Ulir 6 dan Besi Ulir 6mm untuk anda bagikan. Semoga seperti apa yang dicari dan bisa mendapatkan perkembangan yang dibutuhkan. Dan kami juga senang bisa melayani anda, sebagaimana yang sedang anda cari. Sekedar informasi Besi Ulir 8 yang bisa anda tanyakan pada petugas kami, atau pemesanan dan pengiriman produk yang anda perlukan untuk di lokasi proyek atau gudang di daerah anda. Terima kasih kerjasama yang terjalin selama ini. Salam untuk kawan yang ada di Blitar, Kediri dan Tulungagung.

Daftar Harga Wiremesh semua ukuran + per kg, per lembar dan pembulatan

Berikut adalah dalah tabel daftar ukuran wiremesh beserta berat wermes, dilengkapi dengan harga per kilogram, harga per lembar, serta pembulatan ke 50 rupiah ke atas. Untuk acuan update harga wiremesh semua ukuran bisa dengan mengikuti tombol Hitung Harga Wiremesh di bawah. Jangan ragu untuk menghubungi admin kami untuk mendapatkan penawaran khusus untuk proyek di lokasi anda.




Di halaman lain di website ini kami ceritakan mengenai pengiriman dan pemesanan wiremesh untuk ke Mojokerto, Jombang dan pengiriman wire mesh ke Kediri. Terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman distributor atau agen wiremesh di Nganjuk, Megetan, Ngawi, dan Madiun. Senang bisa berkerja sama dengan anda dan bisa melayani pelanggan anda dengan baik.

 

-Ada juga kawan yang mencari informasi mengenai daftar Harga Wiremesh Per Meter juga daftar  Harga Wiremesh Per Roll yang kami bagikan di halaman lain di website ini. Juga ada tambahan Harga Wiremesh Terbaru yang bisa ditampilkan dengan membuka tombol Hitung Harga Wiremesh, yang ditampilkan di setiap halaman yang hubungan dengan wiremesh. Mengenai penggunaan wiremesh, cara pemanfaat yang efektif dan menghitung kebutuhan, serta proses produksi dan lain-lain, telah dibagikan di  halaman lain, yang bisa anda buka.

 

Cerita Kirim Wiremesh ke Kediri dan Jombang

Cerita Kirim Wiremesh ke Kediri dan Jombang Pabrik Wiremesh Lembara Kirim ke Jombang Jawa Timur pabrik-wiremesh-lembar-kiri... Oleh sebab itu cerita keberhasilan sudah didengar oleh banyak klien di beberapa daerah di Indonesia. telah banyak memberikan dukungan bahan pada para pembeli ... Jual Wiremesh M6 Per Kg Kirim ke Jombang Jawa Timur › Produk › Wiremesh Oleh sebab itu cerita sukses telah didengar oleh banyak klien di beberapa provinsi Indonesia. Banyak pembeli dari luar provinsi Sidoarjo yang meminta ... Pagar Brc Indonesia Timur - Home | Facebook Jasa Pasang Pagar BRC Kediri, Wa. Local Business ... Jual Wiremesh 7 Kirim ke Jombang Jawa Timur - Konstruksi dan Taman Murah di Kediri Kab. - Wiremesh - wiremesh dan besi beton ready gudang ... Menampilkan iklan dalam 10 km Dari Kediri Kab., Jawa Timur. JUAL WIREMESH ... Mojoagung, Jombang Kab. Cerita ‎Kirim Dijual Konstruksi dan Taman murah & cari properti di Indonesia, temukan listing Konstruksi dan Taman terbaru hanya di pusat Konstruksi dan Taman ...
 

Telah dibagikan pula hal-hal yang berhubungan dengan misalnya Jarak Antar Besi Wiremesh atau tulisan mengenai Jarak Besi Wiremesh yang bisa anda dapatkan dengan menelusuri tulisan yang ada di website ini, atau langsung menghubungi petugas kami. Senang bisa berbagi dalam berbagai hal, terutama yang berhubungan dengan teknik dan struktur, misalnya dalam hal Jarak Besi Wiremesh M10 dan ukuran lain atau Jarak Besi Wiremesh M8 yang secara strandar, sama dengan ukuran lain. Dapatkan informasi dari kami yang Jual Besi Wiremesh untuk melayani di lokasi proyek atau di lokasi gudang anda.

Video Proses Produksi Wiremesh

Kali ini kami bagikan sebagian proses produksi wiremesh. Semoga berguna. Untuk info pemesanan produk wiremesh telah kami bagikan sebelumnya, ada form yang bisa anda isi, atau bisa langsung kirim pesan ke admin kami via whatsapp atau email.





 video proses produksi wiremesh 



Proses produksi wiremesh, terutama saat pengelasan dengan cara otomatis dengan menggunakan mesin berteknologi terkini. Dapatkan produk wiremesh terbaik sesuai dengan yang anda butuhkan. Jangan ragu untuk langsung menghubungi petugas kami. Sekedar berkenalan, tanya-tanya, atau langsung order wiremesh sesuai ukuran standar yakni jarak 15 cm, ukuran lebar 2,1 meter panjang 5,4 meter, diameter kawat 4 mm - 12 mm. Untuk yang ukuran kawat 6 mm dan yang lebih kecil, ada dalam bentuk rol-rolan atau gulungan dengan panjang 54 meter. Sebelumnya telah dibagikan mengenai Spesifikasi Wire mesh lebih lengkap.

Daftar Berat Besi Beton + Update Harga Terbaru

☘️ Berikut kami sampaikan daftar berat untuk besi beton baik yang polos dan ulir. Sebelumnya telah kami post Cara menghitung berat besi beton. Juga ada update daftar harga besi beton semua ukuran di Surabaya. Dalam tabel berikut juga kami lengkapi dengan update harga per .
Type Ukuran Berat
Per Batang
Harga
Per Batang
Besi Beton Polos รธ6 2,66
Besi Beton Polos รธ8 4,73
Besi Beton Polos รธ10 7,40
Besi Beton Polos รธ12 10,65
Besi Beton Polos รธ14 14,50
Besi Beton Polos รธ16 18,94
Besi Beton Polos รธ22 35,81
Besi Beton Ulir D10 7,40
Besi Beton Ulir D13 12,50
Besi Beton Ulir D16 18,94
Besi Beton Ulir D19 26,71
Besi Beton Ulir D22 35,81
Besi Beton Ulir D25 46,24
Besi Beton Ulir D32 75,76

Untuk penawaran harga biasanya akan digenapkan ke angka 50 terdekat ke atas. Semoga bisa menjadi masukkan bagi yang sedang mencari informasi. Kami tampilkan semua ukuran yang biasa ada di pasaran Indonesia. Produk lain bisa dilihat di post mengenai Daftar Produk Jayasteel dan Mitra Jayasteel. Jayasteel juga terus mencoba untuk melengkapi Tanya Jawab Mengenai Besi Beton, sebagai bahan informasi keseluruhan perihal baja tulangan ini. Semoga bisa selalu update secara berkala, dan memberikan informasi terbaru mengenai besi beton. Misalnya kami juga pernah menampilkan mengenai Kandungan unsur atau komposisi kimia besi beton. Demikian juga tulisan-tulisan yang berhubugan dengan teori arsitektur atau juga teori struktur. Dengan harapan apa yang kami bagikan bisa sesuai dengan apa yang anda cari atau yang anda butuhkan.

๐ŸŒฑ  Untuk ukuran yang berbeda misalnya dengan toleransi, misalnya ukuran 9,7 atau ukuran 7,7 mm, bisa diketahui dengan menghitungnya sesuai cara yang telah dipost sebelumnya. Anda juga bisa dengan mudah menuliskan di program di bawah, dengan klik tombol Hitung Harga Besi Beton. Di situ diberikan ukuran panjang standar yakni panjang 12 meter. Anda bisa mengubahnya menjadi panjang yang lain, misalnya panjang 10 (meter).








Selengkapnya tentang : Tanya Jawab mengenai Besi Beton





Berikut screenshoot daftar berat besi beton dan tabel daftar harga besi beton polos dan besi beton ulir, pada tanggal saat tulisan ini diposting.  

Dapatkan penawaran harga terbaik untuk anda yang berada di Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB. Terima kasih untuk distributor yang ada di Kalimantan  dan Sulawesi. Untuk saat ini Mitra Jayasteel juga bisa melayani permintaan pengiriman di Jawa Barat, Banten, Jakarta dan Sumatra.


ร˜  Besi beton adalah bahan utama dalam konstruksi beton bertulang, yakni sebagai tulangannya. Tulangan beton berfungsi sebagai kekuatan dalam menahan beban tarik. Untuk mendukung sifat beton yang memiliki kekuatan besar dalam menahan gaya tekan, namun lemah dalam menerima gaya tarik. Perpaduan antara beton dan tulangan beton atau baja tulangan menghasilkan konsruksi yang memiliki kuat tarik dan kuat tekan yang besar. Besi beton atau baja tulangan dibuat melalui proses rolling di mesin rolling mill, dari bahan baku billet yang dipanaskan hingga mendekati titik leleh. Besi beton memiliki sifat lentur sehingga bisa ditekuk sesuai kebutuhan dan tidak mudah patah. Spesifikasi besi beton lebih lengkap juga telah kami share sebelumnya. Anda bisa melihatnya jika membutuhkan.

๐Ÿ“  Umumnya kegunaan besi beton (baja tulangan) adalah sebagai penulangan dalam struktur beton pada konstruksi bangunan, baik bangunan sederhana maupun bangunan bertingkat. Besi beton ulir (baja tulangan sirip) biasa digunakan sebagai penulangan utama. Diproduksi dengan kuat tarik U24, U30, dan U40. Ada juga yang memiliki kuat tarik 50 (500 N/mm2) disebut BJTS 50 atau di lapangan biasa disebut U50. Besi beton polos biasanya hanya diproduksi dengan standar kuat tarik U24 (240 N/mm2), biasa disebut BJTP 24. Besi beton polos biasa digunakan sebagai sengkang atau begel. Besi Begel atau Besi Sengkang dibentuk kotak atau melingkat untuk mengikat penulangan utama. Hal itu dibutuhkan biasanya dalam struktur kolom dan struktur balok atau sloof. Untuk menyatukan tulangan-tulangan itu biasa diikat dengan menggunakan kawat bendrat.

Pada keperluan khusus besi beton bisa juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan pagar, tralis, dan berbagai kerajinan, misalnya meja, kursi, rak bunga, dan dudukan. Sering juga baja tulangan ini digunakan pada bagian dalam struktur baja untuk menahan rangkaian struktur sebagai penahan dari beban tarik samping.

✯✯✯✯✯  Jayasteel menyediakan besi beton ulir U35 dan U40, besi beton polos (BJTP 24), dan juga kawat bendrat untuk kebutuhan di proyek anda. 

-Senang bisa berbagi. mengenai apa-apa yang berhubungan dengan produk yang kami sediakan, juga mengenai pencarian teman-teman akan informasi terbaru dan update data dalam bidang-bidang yang berhubungan dengan Harga Besi Behel 8 Per Batang dan yang serupa misalnya tentang Harga Besi Behel 8mm dan mengenai Harga Besi Behel 8mm Per Batang . Kami berusaha membagikan update informasi untuk para pengunjung website ini. Sekedar ingin mendapatkan info atau pemesanan, bisa langsung menghubungi kontak yang disediakan. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk anda dan rekan-rekan anda.

Wiremesh Ulir M5 Mataram

Ulir M5 adalah ukuran wiremesh yang lebih sering dicari. Paling banyak beredar di pasaran. Di toko dan agen atau distributor juga adalah yang lebih sering disediakan sebagai ready stok. Untuk daftar ukuran dan daftar berat wiremesh serta cara menghitung wiremesh bisa dilihat di posting sebelumnya oleh Jayasteel. Misalnya inilah tabel wiremesh yang menampilkan daftar berat dan daftar harga wiremesh semua ukuran dari M4 hingga M12. Kali ini Jayasteel sekedar membagikan salah satu kegiatan rencana pengiriman wiremesh ulir M5 ke Mataram.

  Jayasteel senang bisa memberikan layanan untuk rekan di Mataram dan daerah lain di Nusa Tenggara Barat NTB, dan juga teman-teman di Nusa Tenggara Timur, NTT. Kami berharap kerja sama bisa terus berjalan dengan baik. Salam untuk teman-teman di Atambua, Ende, dan Kupang NTT yang telah terhubung dengan baik. Sebagaimana juga untuk rekan distributor dan agen yang ada di Bima, NTB.

Pemesanan beberapa ratus lembar ke NTB, dan pemesanan yang lain, telah menjadi cerita tersendiri. 


Sebagaimana wiremesh dengan ukuran kawat yang lain, Wiremesh Ulir M5 memiliki ukuran standar per lembar adalah lebar 2,1 meter dan panjang 5,4 meter. Ada jenis roll dengan lebar yang sama yakni 2,1 meter, panjangnya 10 kali lipat, yakni 54 meter.


28: *Saya ingin info mengenai Harga Produk JayaSteel* 

Jenis : Wiremesh Ulir (M5

Ukuran : Ukuran Kotak 10x10, PxL +/- 11 mt

Jumlah : 225 lemba

Terimakasih

uma: untuk daerah man

28: Material akan dikirim ke Matara

uma: M5 x 2100 x5400 x100 x100 @ 560.000/ lb

: M4.7. x 2100 x5400 x100 x100 @ 500.000/lb

: M4.5 x 2100 x5400 x100 x100 @ 470.000/lb

: M4.3 x 2100 x5400 x100 x100 @ 425.000/ lb

uma: cash,

lunas sebelum keluar gudang

Berat Tabel Wiremesh Ulir M5 adalah 24,14 kg per lembar. Harga hari ini :

belum / tidak p

uma: belum ongkos kiri

28: Proses produksi berapa lama Pak

uma: +- 4 hari


 



Semoga yang kami bagikan berguna bagi pengunjung semua. Termasuk yang mengenai tabel Harga Wiremesh Ukuran 10 11, dan 12, serta ukuran lain mulai M4. Juga daftar Harga Wiremesh Ukuran 8 9, 7 dan 6 yang paling sering dipakai untuk penggunaan umum dalam konstruksi beton bertulang. Inilah informasi untuk anda mengenai hal yang berhubungan dengan wiremesh dan produk lain yang disediakan oleh Jayasteel, misalnya dalam hal Harga Wiremesh Untuk Dak dan lain-lain yang berhubungan dengan hal itu. Terima kasih untuk teman yang ada di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Samarinda serta distributor besi beton dan wiremesh yang ada di Balikpapan.  Senang bisa menjalin kerja sama yang baik dan terus menerus.

Detail Beton bertulang : Teknik Struktur Bangunan

Konstruksi dan Detail Beton Bertulang

 Detail Beton bertulang

Beton merupakan bahan yang sangat mampu menahan tegangan tekan tetapi tidak dapat atau hampir tidak dapat menahan tegangan tarik. Dalam beton bertulang maka baja tulangan merupakan bahan yang menahan tegangan tarik.

Sebuah batang baja tulangan yang tertanam baik dalam beton yang mengeras akan merekat sedemikian rupa hingga diperlukan gaya yang cukup besar untuk menariknya keluar. Gejala ini disebut dengan adhesi atau lekatan yang memungkinkan kedua bahan dapat saling bekerja sama secara struktural. Selain itu, penutup beton yang cukup padat dan tebal sebagai pelindung tulangan, akan melindungi tulangan baja terhadap korosi.

a) Penampang balok bertulang

Sebuah penampang balok bertulang berbentuk empat persegi panjang dengan tinggi h dan lebar b digambarkan pada gambar . Bagian atas merupakan bagian beton daerah tekan dan As adalah luas penampang baja tulangan. Selanjutnya d adalah tinggi efektif penampang atau jarak dari serat terluar ke pusat tulangan tarik. Selisih antara tinggi total balok (h) dan tinggi efektif (d) terutama ditentukan oleh tebal penutup beton.

Pada gambar ditunjukkan pula letak tulangan utama (tulangan pokok) serta sengkang. Diameter nominal tulangan dinyatakan dengan ∅p untuk baja tulangan polos dan ∅D untuk baja tulangan deform.

 

Gambar Detail penampang beton bertulang

Sumber: Sagel dkk, 1994

b) Penutup beton tulangan


Tinggi total penampang (h) dan tinggi efektif (d) merupakan dimensi yang penting pada analisis penampang baik pada balok maupun plat (gambar). Secara umum, hubungan antara h dan d adalah:

- untuk plat: h = d + ½ ∅tul. Ut. + p
- untuk balok h = d + ½ ∅tul. Ut. + ∅sengk + p


Gambar Detail penampang balok dan plat, hubungan tinggi balok, tinggi efektif dan penutup beton


Sumber: Sagel dkk, 1994

Tabel  Tebal minimum penutup beton dari tulangan terluar (mm)


Sumber: Sagel dkk, 1994

Salah satu faktor yang menentukan perbedaan antara h dan d adalah penutup beton (p). Penutup beton adalah bagian beton yang digunakan untuk melindungi baja tulangan.

Penutup beton yang sesuai dengan ketentuan akan berfungsi untuk:
− Menjamin penanaman tulangan dan kelekatannya dengan beton
− Menghindari korosi pada tulangan
− Meningkatkan perlindungan struktur terhadap kebakaran 

Penutup beton yang memenuhi ketentuan tergantung pada:
− Kepadatan dan kekedapan beton
− Ketelitian pelaksanaan pekerjaan
− Kondisi lingkungan sekitar elemen struktur tersebut Tebal minimum penutup beton yang diukur dari tulangan terluar berdasarkan SNI 03-2847-2002, seperti dalam tabel 7.6.

c) Detail penulangan beton


Tulangan plat


Syarat-syarat untuk mendapat penulangan plat yang baik, antara lain dengan memperhatikan aspek-aspek berikut:
− Batasi ukuran diameter batang yang berbeda-beda
− Sedapat mungkin gunakan diameter 6,8,10,12,14,16 dan 19 mm


Gambar Syarat-syarat untuk penulangan plat


Sumber: Sagel dkk, 1994

− Gunakan batang sesedikit mungkin, yaitu dengan cara menggunakan jarak tulangan semaksimal mungkin sesuai dengan yang diijinkan
− Sebaiknya gunakan jarak batang dalam kelipatan 25 mm
− Perhitungkan panjang batang yang umum digunakan sehingga dapat menghindari sisa potongan yang terbuang percuma

Pertahankan bentuk sesederhana mungkin agar menghindari pekerjaan pembengkokan tulangan yang sulit. Prinsip detail penulangan plat dapat dilihat pada Gambar 7.11.

Tulangan balok


Syarat-syarat untuk mendapat penulangan balok yang baik, antara lain:
− Batasi ukuran diameter batang yang berbeda-beda
− Sedapat mungkin gunakan diameter 6,8,10,12,14,16,19, 22, dan 32 mm
− Gunakan batang sesedikit mungkin, yaitu dengan cara menggunakan jarak tulangan semaksimal mungkin sesuai dengan yang diijinkan
− Perhitungkan panjang batang yang umum digunakan sehingga dapat menghindari sisa potongan yang terbuang percuma


Gambar Syarat penulangan balok yang harus dipenuhi


Sumber: Sagel dkk, 1994

− Ukuran batang yang dibengkokan harus cukup pendek, sebaiknya gunakan batang yang panjang untuk tulangan lurus
− Gunakan sengkang yang semuanya dari satu mutu baja dan diameter yang sama
− Usahakan jarak antara sepasang batang pada tulangan atas tidak kurang dari 50 mm, sehingga terdapat jarak yang cukup untuk pengecoran dan pemadatan, khususnya bila terdapat tulangan dua lapis.

Prinsip detail penulangan balok dapat dilihat pada Gambar .

Kait standar


Pembengkokan tulangan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
− Bengkokan 180° ditambah perpanjangan 4db (diameter batang tulangan, mm), tapi tidak kurang dari 60 mm, pada ujung bebas kait.
− Bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12 db pada ujung bebas kait.
− Untuk sengkang dan kait pengikat:
o Batang D-16 dan yang lebih kecil, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 6 db pada ujung bebas kait, atau
o Batang D-19, D-22, dan D-25, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12 db pada ujung bebas kait, atau
o Batang D-25 dan yang lebih kecil, bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6 db pada ujung bebas kait.

Diameter bengkokan minimum


− Diameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan tidak boleh kurang dari nilai dalam Tabel 7.7. Ketentuan ini tidak berlaku untuk sengkang dan sengkang ikat dengan ukuran D-10 hingga D-16.

− Diameter dalam dari bengkokan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk batang D-16 dan yang lebih kecil. Untuk batang yang lebih besar daripada D-16, diameter bengkokan harus memenuhi Tabel 7.7.

− Diameter dalam untuk bengkokan jaring kawat baja las (polos atau ulir) yang digunakan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk kawat ulir yang lebih besar dari D7 dan 2db untuk kawat lainnya. Bengkokan dengan diameter dalam kurang dari 8db tidak boleh berada kurang dari 4db dari persilangan las yang terdekat.

Cara pembengkokan


− Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin, kecuali bila diizinkan lain oleh pengawas lapangan.
− Tulangan yang sebagian sudah tertanam di dalam beton tidak boleh dibengkokkan di lapangan, kecuali seperti yang ditentukan pada gambar rencana, atau diizinkan oleh pengawas lapangan.


Tabel Diameter bengkokan minimum


Sumber: Sagel dkk, 1994

Penempatan tulangan


− Tulangan harus ditempatkan secara akurat dan ditumpu secukupnya sebelum beton dicor, dan harus dijaga agar tidak tergeser melebihi toleransi yang diizinkan.

− Toleransi untuk tinggi d dan selimut beton minimum dalam komponen struktur lentur, dinding dan komponen struktur tekan harus memenuhi ketentuan pada tabel 7.8.

 

Tabel Toleransi untuk tulangan dan selimut beton

Sumber: Sagel dkk, 1994

− Toleransi letak longitudinal dari bengkokan dan ujung akhir tulangan harus sebesar ± 50 mm kecuali pada ujung tidak menerus dari komponen struktur dimana toleransinya harus sebesar ± 13 mm. 

Batasan spasi tulangan


− Jarak bersih antara tulangan sejajar dalam lapis yang sama, tidak boleh kurang dari db ataupun 25 mm.

− Bila tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapis atas harus diletakkan tepat di atas tulangan di bawahnya dengan spasi bersih antar lapisan tidak boleh kurang dari 25 mm.

− Pada komponen struktur tekan yang diberi tulangan spiral atau sengkang pengikat, jarak bersih antar tulangan longitudinal tidak boleh kurang dari 1,5db ataupun 40 mm.

− Pembatasan jarak bersih antar batang tulangan ini juga berlaku untuk jarak bersih antara suatu sambungan lewatan dengan sambungan lewatan lainnya atau dengan batang tulangan yang berdekatan.

− Pada dinding dan plat lantai yang bukan berupa konstruksi plat rusuk, tulangan lentur utama harus berjarak tidak lebih dari tiga kali tebal dinding atau plat lantai, ataupun 500 mm.

Bundel tulangan:

− Kumpulan dari tulangan sejajar yang diikat dalam satu bundel sehingga bekerja dalam satu kesatuan tidak boleh terdiri lebih dari empat tulangan per bundel.
− Bundel tulangan harus dilingkupi oleh sengkang atau sengkang pengikat.

− Pada balok, tulangan yang lebih besar dari D-36 tidak boleh dibundel.
− Masing-masing batang tulangan yang terdapat dalam satu bundel tulangan yang berakhir dalam bentang komponen struktur lentur harus diakhiri pada titik-titik yang berlainan, paling sedikit dengan jarak 40 db secara berselang.
− Jika pembatasan jarak dan selimut beton minimum didasarkan pada diameter tulangan db, maka satu unit bundel tulangan harus diperhitungkan sebagai tulangan tunggal dengan diameter yang didapat dari luas ekuivalen penampang gabungan.

Penyaluran tulangan

Beton bertulang dapat berfungsi dengan baik sebagai bahan komposit jika baja tulangan saling bekerja sama sepenuhnya dengan beton. Untuk itu perlu diusahakan agar terjadi penyaluran gaya dari bahan satu ke bahan lainnya. Agar batang tulangan dapat menyalurkan gaya sepenuhnya melalui ikatan, baja harus tertanam dalam beton hingga kedalaman tertentu yang disebut sebagai panjang penyaluran.

Gaya tarik dan tekan pada tulangan di setiap penampang komponen struktur beton bertulang harus disalurkan pada masing-masing sisi penampang tersebut melalui panjang pengangkuran, kait atau alat mekanis, atau kombinasi dari cara-cara tersebut. Kait sebaiknya tidak dipergunakan untuk menyalurkan tulangan yang berada dalam kondisi tekan. − Panjang penyaluran ld, dinyatakan dalam diameter db untuk batang ulir dan kawat ulir dalam kondisi tarik, harus ditentukan berdasarkan SNI03-2847-2002 bagian 14.2(2) atau 14.2(3), tetapi ld tidak boleh kurang dari 300 mm.

− Panjang penyaluran ld, dalam mm, untuk batang ulir yang berada dalam kondisi tekan harus dihitung dengan mengalikan panjang penyaluran dasar ldb pada SNI 03-2847-2002 bagian 14.3(2) dengan faktor modifikasi yang berlaku sesuai dengan SNI 03-2847-2002 bagian 14.3(3), tetapi ld tidak boleh kurang dari 200 mm.

− Panjang penyaluran ldh, dalam mm, untuk batang ulir dalam kondisi tarik yang berakhir pada suatu kait standar harus dihitung dengan mengalikan panjang penyaluran dasar lhb pada SNI 03-2847-2002 bagian 14.5(2) dengan faktor atau faktor-faktor modifikasi yang berlaku yang sesuai dengan SNI 03-2847-2002 bagian 14.5(3), tetapi ldh tidak boleh kurang dari 8db ataupun 150 mm (Gambar).


Gambar Detail kaitan untuk penyaluran kait standar

Sumber: Sagel dkk, 1994

Kait-kait pada batang-batang tulangan dapat berupa kait penuh, miring atau lurus. Untuk baja polos kaitan harus dibengkok agar garis tengah kait paling sedikit 2,5 ฯ†, (Gambar 7.12). Garis tengah kait dari batang deform minimal harus 5 ฯ†. Selanjutnya ujung-lurus untuk kait penuh paling sedikit harus 4 ฯ† dan untuk kait lurus dan miring 5 ฯ†.


Gambar Kait-kait pada batang-batang penulangan


Sumber: Sagel dkk, 1994

 
Gambar Kait-kait pada sengkang


Sumber: Sagel dkk, 1994

Pengaitan pada sengkang


Sengkang-sengkang pada balok dan kolom harus dilengkapi kait miring (Gambar 7.14a) atau kait lurus (Gambar 7.14b). Penggunaan sengkang menurut Gambar 7.14c juga diizinkan, tetapi pada kolom harus dipasang berselang-seling. Pada balok-T boleh digunakan bentuk sengkang seperti pada Gambar 7.14d.

Pembengkokan pada batangbatang

Pembengkokan adalah perubahan arah yang diperlukan batang. Pembengkokan pada batang-batang tulangan utama. harus mempunyai garis tengah dalam paling sedikit 10 ∅ (Gambar )

Gambar Pembengkokan tulangan


 

Selengkapnya : Teknik Struktur Bangunan



Material Penyusun Beton bertulang

TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BETON 

Beton adalah suatu komposit dari beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat. Beton dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen. Pada prinsipnya pasta semen mengikat pasir dan bahan-bahan agregat lain (batu kerikil, basalt dan sebagainya). Rongga di antara bahan-bahan kasar diisi oleh bahan-bahan halus. Hal ini memberi gambaran bahwa harus ada perbandingan optimal antara agregat campuran yang bentuknya berbeda-beda agar pembentukan beton dapat dimanfaatkan oleh seluruh material.

Material penyusun beton secara umum dibedakan atas:
− semen: bahan pengikat hidrolik,
− agregat campuran: bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batu-pecah, basalt);
− air
− bahan tambahan (admixtures) bahan kimia tambahan yang ditambahkan ke dalam spesi-beton dan/atau beton untuk mengubah sifat beton yang dihasilkan (misalnya; 'accelerator', 'retarder' dan sebagainya

Sedangkan produk campuran tersebut dibedakan atas:
− batuan-semen: campuran antara semen dan air (pasta semen) yang mengeras
− spesi-mortar: campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum mengeras;
− mortar: campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras;
− spesi-beton: campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar) dan air yang belum mengeras;
− beton: campuran antara semen, agregat campuran dan air yang telah mengeras;

Semen

Semen dipakai sebagai pengikat sekelompok bahan-ikat hidrolik untuk pembuatan beton. Hidrolik berarti bahwa semen bereaksi dengan air dan membentuk suatu batuan massa, suatu produksi keras (batuan-semen) yang kedap air.
Semen adalah suatu hasil produksi yang dibuat di pabrik-semen. Pabrik-pabrik semen memproduksi bermacam-macam jenis semen dengan sifat-sifat dan karaktefistik yang berlainan.

Semen dibedakan dalam dua kelompok utama yakni:

− semen dari bahan klinker-semen-Portland
o semen Portland,
o semen Portland abu terbang,
o semen Portland berkadar besi,
o semen tanur-tinggi ('Hoogovencement'),
o semen Portland tras/puzzolan,
o semen Portland putih.

− semen-semen lain
o aluminium semen,
o semen bersulfat

Perbedaan di atas berdasarkan karakter dari reaksi pengerasan kimiawi. Semen-semen dari kelompok-1, diantara yang satu dan yang lain tidak saling bereaksi (membentuk persenyawaan lain). Semen kelompok-2 bila saling dicampur atau bercampur dengan kelompok-1 akan membentuk suatu persenyawaan baru. Hal ini berarti semen dari kelompok-2 tidak boleh dicampur. Semen portland dan semen portland abu-terbang adalah semen yang umum dipakai di Indonesia.

Semen dan air saling bereaksi, persenyawaan ini dinamakan hidratasi sedangkan hasil yang terbentuk disebut hidrasi-semen. Proses reaksi berlangsung sangat cepat. Kecepatan yang mempengaruhi waktu pengikatan adalah:
− kehalusan semen
− faktor air-semen
− temperatur.

Kehalusan penggilingan semen mempengaruhi kecepatan

pengikatan. Kehalusan penggilingan dinamakan penampang spesifik (adalah total diameter penampang semen). Jika seluruh permukaan penampang lebih besar, maka semen akan memperluas bidang kontak (persinggungan) dengan air yang semakin besar. Lebih besar bidang persinggungannya semakin cepat kecepatan bereaksinya, Karena itu kekuatan awal dari semen-semen yang lebih halus (penampang spesifik besar) akan lebih tinggi, sehingga pengaruh kekuatan-akhir berkurang. Ketika semen dan air bereaksi timbul panas, panas ini dinamakan panas-hidratasi. Jumlah panas yang dibentuk antara lain tergantung dari jenis semen yang dipakai dan kehalusan penggilingan. Dalam pelaksanaan, perkembangan panas ini dapat membentuk suatu masalah yakni retakan yang teijadi ketika pendinginan. Pada beberapa struktur beton retakan ini tidak diinginkan. Terutama pada struktur beton mutu tinggi pembentukan panas ini sangat besar. Panas hidratasi pada suatu struktur beton dapat ditentukan dan untuk beberapa pemakaian semen yang lain, dalam masa pelaksanaannya harus dilakukan dengan pendinginan. Aspek lain yang besar pengaruhnya terhadap pembentukan panas hidratasi adalah faktor air-semen.

Faktor air semen (FAS) adalah perbandingan antara berat air dan berat semen:

berat air
F.A.S = ----------------------------------
berat semen

Misalkan:
F.A.S = 0,5; bila digunakan semen 350 [kg/m3],
Maka banyaknya air = 350 x 0,5 = 175 [l/ m3]


Faktor air-semen yang rendah (kadar air sedikit) menyebabkan air di antara bagian- bagian semen sedikit, sehingga jarak antara butiran butiran semen pendek. Akibatnya massa semen menunjukkan lebih berkaitan, karenanya kekuatan awal lebih dipengaruh dan batuan-semen mencapai kepadatan tinggi.

Semen dapat mengikat air sekitar 40% dari beratnya; dengan kata lain air sebanyak 0,4 kali berat semen telah cukup untuk membentuk seluruh semen berhidrasi. Air yang berlebih tinggal dalam pori-pori. Beton normal selalu bervolume pori-pori halus rata yang saling berhubungan, karena itu disebut pori-pori kapiler. Bila spesi-beton ditambah ekstra air, maka sebenanya hanya pori-porinya yang bertambah banyak. Akibatnya beton lebih berpori-pori dan kekuatan serta masa pakainya berkurang.

 Agregat

Agregat adalah bahan-bahan campuran-beton yang saling diikat oleh perekat semen. Agregat yang umum dipakai adalah pasir, kerikil dan batubatu pecah. Pemilihan agregat tergantung dari:
− syarat-syarat yang ditentukan beton
− persediaan di lokasi pembuatan beton
− perbandingan yang telah ditentukan antara biaya dan mutu

Dari pemakaian agregat spesifik, sifat-sifat beton dapat dipengaruhi.
Suatu pembagian yang sepintas lalu (kasar) dapat dilakukan sebagai berikut:
− agregat normal (kuarsit, pasir, kerikil, basalt)
− agregat halus (puing-batu, terak-lahar, serbuk-batu/bims).
− agregat kasar (bariet, bijib-besi magnetiet dan limoniet).

Kecuali agregat alam dapat juga digunakan produk-aIami sinter atau terbakar, beton gilas atau puing tembok batu-bata.

Umumnya pasir yang digali dari dasar sungai cocok digunakan untuk pembuatan beton. Produksi penggalian pasir dan kerikil akan dipisahpisahkan dengan ayakan dalam 3 kelompok yaitu:
− kerikil kasar (lebih besar dari 30 mm)
− kerikil beton (dari 5 mm sampai 30 mm) − pasir beton (lebih kecil dari 5 mm).

Dua kelompok terakhir adalah yang cocok (atau dengan mencampurkannya hingga cocok) untuk pembuatan beton. Dari kelompok pertama dapat dipecahkan agar dapat digunakan.

Di samping bahan agregat diperoleh dari galian alami (hampir langsung dapat digunakan untuk beton), dapat juga didapatkan dengan pemecahan formasi batuan tertentu dengan mesin pecah batu (stone crusher) sampai berbentuk batu-pecah dengan kasar yang berbeda-beda. Pemecahan ini dilakukan dalam tingkatan yang berbeda-beda. Dari jenis bongkah-bongkah yang cocok seperti basalt, granit dan kuarsit akan diledakkan dahulu sampai berupa batu-batu gumpalan. Kemudian gumpalan ini dimasukkan ke dalam mesin pecah batu secara mekanis atau dengan tangan dan dipecahkan sampai mendapat bentuk yang diinginkan.

Umumnya bentuk-bentuk yang didapatkan berupa butir-butir ukuran 7 mm sampai 50 mm yang nantinya ditambah dengan bahan-bahan antara 5 mm sampai 10 mm.

Air

Karena pengerasan beton berdasarkan reaksi antara semen dan air, maka sangat perlu diperiksa apakah air yang akan digunakan memenuhi syarat-syarat tertentu. Air tawar yang dapat diminum, tanpa diragukan boleh dipakai. Bila tidak terdapat air minum disarankan untuk mengamati apakah air yang digunakan tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang merusak beton/baja.

Pertama-tama yang harus diperhatikan adalah kejernihan air tawar, apabila ada berberapa kotoran yang terapung, maka air tidak boleh dipakai. Di samping pemeriksaan visual, harus juga diamati apakah air itu tidak mengandung bahan-bahan perusak, contohnya: fosfat, minyak, asam, alkali, bahan-bahan organis atau garam-garam. Penelitian semacam ini harus dilakukan di laboratorium kimia. Selain air dibutuhkan untuk reaksi pengikatan, dipakai pula sebagai perawatan-sesudah beton dituang. Suatu metode perawatan selanjutnya dengan cara membasahi terus-menerus atau beton yang baru direndam air.

Air ini pun harus mernenuhi syarat-syarat yang lebih tinggi daripada air untuk pembuatan beton. Misalkan air untuk perawatan selanjutnya keasaman tidak boleh memilik kadar pHnya > 6, juga tidak dibolehkan terlalu sedikit mengandung kapur.

Bahan kimia tambahan

Bahan kimia tambahan (admixtures) suatu bahan produksi di samping bahan semen, agregat campuran dan air, yang juga dicampurkan dalam campuran spesi-beton. Tujuan dari penambahan bahan kirma ini adalah untuk memperbaiki sifat-sifat tertentu dari campuran beton lunak dan keras. Takaran bahan kimia tambahan ini sangat sedikit dibandingkan dengan bahan utarna hingga takaran bahan ini dapat diabaikan. Bahan kimia tambahan tidak dapat mengoreksi komposisi spesi-beton yang buruk.

Karenanya harus diusahakan komposisi beton seoptimal mungkin dengan bahan-bahan dasar yang cocok.

Dari macam-macarn bahan kimia tambahan yang ada harus diadakan percobaan awal terlebih dahulu derni kepentingan apakah takarannya memenuhi sifat-sifat yang dituju. Beberapa bahan tambahan mungkin mempunyai garis-garis besar atau norma yang menentukan pemakaiannya. Suatu pemakaian dari bahan kimia tambahan yang penting adalah untuk menghambat pengikatan serta meninggikan konsistensinya tanpa pertambahan air. Oleh karena itu, spesi mudah diangkut serta mempertinggi kelecakan agar pada bentuk-bentuk bekisting yang sulit pun dapat terisi pula dengan baik.

Bahan kimia tambahan yang umum dipakai adalah:

− super-plasticizer, untuk mempertinggi kelecakan (zona konsistensi dipertinggi), mengurangi jumlah air pencampur;
− pembentuk gelembung udara meninggikan sifat kedap air, meninggikan kelecakannya;
− 'retarder', memperlambat awal pengikatan atau pengerasan, memperpanjang waktu pengerjaan; digunakan pada siar ccr, membatasi panas hidratasi (struktur tingkat berat); − bahan warna, untuk memberi warna permukaan.

Tulangan

 

 

 

Selengkapnya: TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN


 

Standar Nasional Indonesia : KONSTRUKSI BETON

 TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BETON

 

 Standar Nasional Indonesia

Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berkaitan dengan struktur beton untuk bangunan gedung adalah SNI 03-2847-2002 tentang Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung, yang menggunakan acuan normatif:
− SK SNI S-05-1989-F, Standar spesifikasi bahan bangunan bagian B (bahan bangunan dari besi/baja).
− SNI 03 2492 1991, Metode pengambilan benda uji beton inti.
− SNI 03-1726-1989, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk  rumah dan gedung.
− SNI 03-1727-1989-F, Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.
− SNI 03-1974-1990, Metode pengujian kuat tekan beton.
− SNI 03-2458-1991, Metode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar.
− SNI 03-2461-1991, Spesifikasi agregat ringan untuk beton struktur.
− SNI 03-2492-1991, Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium.
− SNI 03-2496-1991, Spesifikasi bahan tambahan pembentuk gelembung untuk beton.
− SNI 03-2834-1992, Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.
− SNI 03-3403-1991-03, Metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran.

− SNI 03-3403-1994, Metode pengujian kuat tekan beton inti.
− SNI 03-4433-1997, Spesifikasi beton siap pakai.
− SNI 03-4810-1998, Metode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan.
− SNI 07-0052-1987, Baja kanal bertepi bulat canai panas, mutu dan cara uji.
− SNI 07-0068-1987, Pipa baja karbon untuk konstruksi umum, mutu dan cara uji.
− SNI 07-0722-1989, Baja canai panas untuk konstruksi umum.
− SNI 07-3014-1992, Baja untuk keperluan rekayasa umum.
− SNI 07-3015-1992, Baja canai panas untuk konstruksi dengan pengelasan.
− SNI 15-2049-1994, Semen portland.
− ANSI/AWS D1.4, Tata cara pengelasan – Baja tulangan.
− ASTM A 184M, Standar spesifikasi untuk anyaman batang baja ulir yang difabrikasi untuk tulangan beton bertulang.
− ASTM A 185, Standar spesifikasi untuk serat baja polos untuk beton bertulang.
− ASTM A 242M, Standar spesifikasi untuk baja struktural campuran rendah mutu tinggi.
− ASTM A 36M-94, Standar spesifikasi untuk baja karbon stuktural.
− ASTM A 416M, Standar spesifikasi untuk strand baja, tujuh kawat tanpa lapisan untuk beton prategang.
− ASTM A 421, Standar spesifikasi untuk kawat baja penulangan - Tegangan tanpa pelapis untuk beton prategang.
− ASTM A 496-94, Standar spesifikasi untuk kawat baja untuk beton bertulang.
− ASTM A 497-94a, Standar spesifikasi untuk jaring kawat las ulir untuk beton bertulang.
− ASTM A 500, Standar spesifikasi untuk las bentukan dingin dan konstruksi pipa baja karbon tanpa sambungan.
− ASTM A 501-93, Standar spesifikasi untuk las canai-panas dan dan pipa baja karbon struktural tanpa sambungan.
− ASTM A 53, Standar spesifikasi untuk pipa, baja, hitam dan pencelupan panas, zinc pelapis las dan tanpa sambungan.
− ASTM A 572M, Standar spesifikasi untuk baja struktural mutu tinggi campuran columbium vanadium.
− ASTM A 588M, Standar spesifikasi untuk baja struktural campuran rendah mutu tinggi dengan kuat leleh minimum 345 MPa pada ketebalan 100 mm.
− ASTM A 615M, Standar spesifikasi untuk tulangan baja ulir dan polos gilas untuk beton bertulang
− ASTM A 616M-96a, Standar spesifikasi untuk rel baja ulir dan polos untuk, bertulang termasuk keperluan tambahan S1.

− ASTM A 617M, Standar spesifikasi untuk serat baja ulir dan polos untuk beton bertulang.
− ASTM A 645M-96a, Standar spesifikasi untuk baja gilas ulir and polos - Tulangan baja untuk beton bertulang.
− ASTM A 706M, Standar spesifikasi untuk baja ulir dan polos paduan  rendah mutu tinggi untuk beton prategang.
− ASTM A 722, Standar spesifikasi untuk baja tulangan mutu tinggi tanpa lapisan untuk beton prategang.
− ASTM A 767M-90, Standar spesifikasi untuk baja dengan pelapis seng (galvanis) untuk beton bertulang.
− ASTM A 775M-94d, Standar spesifikasi untuk tulangan baja berlapis epoksi.
− ASTM A 82, Standar spesifikasi untuk kawat tulangan polos untuk penulangan beton.
− ASTM A 82-94, Standar spesifikasi untuk jaringan kawat baja untuk beton bertulang.
− ASTM A 884M, Standar spesifikasi untuk kawat baja dan jaring kawat  las berlapis epoksi untuk tulangan.
− ASTM A 934M, Standar spesifikasi untuk lapisan epoksi pada baja  tulangan yang diprefabrikasi.
− ASTM C 1017, Standar spesifikasi untuk bahan tambahan kimiawi untukmenghasilkan beton dengan kelecakan yang tinggi.
− ASTM C 109, Metode uji kuat tekan untuk mortar semen hidrolis.
− ASTM C 109-93, Standar metode uji kuat tekan mortar semen hidrolis (menggunakan benda uji kubus 50 mm).
− ASTM C 1240, Standar spesifikasi untuk silica fume untuk digunakanpada beton dan mortar semen-hidrolis.
− ASTM C 31-91, Standar praktis untuk pembuatan dan pemeliharaanbenda uji beton di lapangan.
− ASTM C 33, Standar spesifikasi agregat untuk beton.
− ASTM C 33-93, Standar spesifikasi untuk agregat beton.
− ASTM C 39-93a, Standar metode uji untuk kuat tekan benda uji silinder beton.
− ASTM C 42-90, Standar metode pengambilan dan uji beton inti dan pemotongan balok beton.
− ASTM C 494, Standar spesifikasi bahan tambahan kimiawi untuk beton.
− ASTM C 595, Standar spesifikasi semen blended hidrolis.
− ASTM C 618, Standar spesifikasi untuk abu terbang dan pozzolan alami  murni atau terkalsinasi untuk digunakan sebagai bahan tambahan mineral pada beton semen portland.
− ASTM C 685, Standar spesifikasi untuk beton yang dibuat melalui penakaran volume dan pencampuran menerus.
− ASTM C 845, Standar spesifikasi semen hidrolis ekspansif.
− ASTM C 94-94, Standar spesifikasi untuk beton jadi.
− ASTM C 989, Standar spesifikasi untuk kerak tungku pijar yang diperhalus untuk digunakan pada beton dan mortar.

Selengkapnya : Teknik Struktur Bangunan

 

-Juga telah  dibagikan mengenai Harga Besi Bangunan Per Batang dan hal lain yang berhubungan dengan hal itu dan perihal produk yang disediakan oleh Jayasteel- Inilah informasi yang bisa dibagikan dan jika ada tambahan bisa  disematkan di kolom komentar. Juga mengenai Harga Besi Bangunan Rumah dan Harga Besi Batang 10 Mm serta bab konstruksi dan cara penggunaannya - Telah  dibagikan tentang Harga Besi Batangan di halaman lain yang bisa didapat dan semoga bermanfaat sesuai dengan yang dicari.

Kekakuan batang tarik

Penggunaan Konstruksi Baja
Batang Tarik

Kekakuan batang tarik diperlukan untuk menjaga agar batang tidak terlalu fleksibel. Batang tarik yang terlalu panjang akan memiliki lendutan yang sangat besar akibat oleh berat batang itu sendiri. Batang akan bergetar jika menahan gaya-gaya angin pada rangka terbuka atau saat batang harus menahan alat-alat yang bergetar.

Kriteria kekakuan didasarkan pada angka kelangsingan (slenderness ratio), dengan melihat perbandingan L/r dari batang, di mana L=panjang batang dan r=jari-jari kelembaman

Biasanya bentuk penampang batang tidak berpengaruh pada kapasitas daya tahannya terhadap gaya tarik. Kalau digunakan alat-alat penyambung (baut atau paku keling), maka perlu diperhitungkan konsentrasi tegangan yang terjadi disekitar alat penyambung yang dikenal dengan istilah Shear lag. Tegangan lain yang akan timbul adalah tegangan lentur apabila titik berat dari batang-batang yang disambung tidak berimpit dengan garis sumbu batang. Pengaruh ini biasanya diabaikan, terutama pada batang-batang yang dibebani secara statis.

Menurut spesifikasi ini tegangan yang diizinkan harus ditentukan baik untuk luas batang bruto maupun untuk luas efektif netto. Biasanya tegangan pada luas penampang bruto harus direncanakan lebih rendah dari besarnya tegangan leleh untuk mencegah terjadinya deformasi yang besar, sedang luas efektif netto direncanakan untuk mencegah terjadinya keruntuhan lokal pada bagian-bagian struktur.

Pada perhitungan-perhitungan dengan luas efektif netto perlu diberikan koefisien reduksi untuk batang tarik. Hal ini bertujuan untuk mengatasi bahaya yang timbul akibat terjadinya Shear lag. Tegangan geser yang terjadi pada baut penyambung akan terkonsentrasi pada titik sambungannya. Efek dari Shear lag ini akan berkurang apabila alat penyambung yang digunakan banyak jumlahnya.

 

Selengkapnya : Teknik Struktur Bangunan

 

 


Penggunaan Konstruksi Baja

Penggunaan Konstruksi Baja

Dasar Perencanaan Struktur Baja


Desain struktur harus memenuhi kriteria kekuatan (strength), kemampuan layan (serviceability) dan ekonomis (economy).

Kekuatan berkaitan dengan kemampuan umum dan keselamatan struktur pada kondisi pembebanan yang ekstrem. Struktur diharapkan mampu bertahan meskipun terkadang mendapat beban yang berlebihan tanpa mengalami kerusakan dan kondisi yang membahayakan selama waktu pemakaian struktur tersebut.

Kemampuan layan mengacu pada fungsi struktur yang sesuai, berhubungan dengan tampilan, stabilitas dan daya tahan, mengatasi pembebanan, defleksi, vibrasi, deformasi permanen, retakan dan korosi, dan persyaratan-persyaratan desain lainnya.

Ekonomis mengutamakan pada keseluruhan persyaratan biaya material, pelaksanaan konstruksi dan tenaga kerja, mulai tahapan perencanaan, pabrikasi, pendirian dan pemeliharaan struktur.

Secara umum ada dua filosofi perencanaan yang dipakai dewasa ini, yaitu:
» Filosofi perencanaan tegangan kerja-elastis (working stress design), elemen struktural harus direncanakan sedemikian rupa hingga tegangan yang dihitung akibat beban kerja, atau servis, tidak melampaui tegangan ijin yang telah ditetapkan. Tegangan ijin ini ditentukan oleh peraturan bangunan atau spesifikasi untuk mendapatkan faktor keamanan terhadap tercapainya tegangan batas, seperti tegangan leleh minimum atau tegangan tekuk (buckling). Tegangan yang dihitung harus berada dalam batas elastis, yaitu tegangan sebanding dengan regangan.


» Filosofi perencanaan keadaan batas (limit state). Filosofi ini meliputi metoda vang umumnya disebut "perencanaan kekuatan batas," "perencanaan kekuatan," "perencanaan plastis," "perencanaan faktor beban," "perencanaan batas," dan yang terbaru "perencanaan faktor daya tahan dan beban" (LRFD/Load and Resistance Factor Design).

Keadaan batas adalah istilah umum yang berarti "suatu keadaan pada struktur bangunan di mana bangunan tersebut tidak bisa memenuhi fungsi yang telah direncanakan".

Keadaan batas dapat dibagi atas kategori kekuatan (strength) dan kemampuan layan (serviceability).

− Keadaan batas kekuatan (atau keamanan) adalah kekuatan daktilitas maksimum (biasa disebut kekuatan plastis), tekuk, lelah (fatigue), pecah (fracture), guling, dan geser.

− Keadaan batas kemampuan layan berhubungan dengan penghunian bangunan, seperti lendutan, getaran, deformasi permanen, dan retak.

Dalam perencanaan keadaan batas, keadaan batas kekuatan atau batas yang berhubungan dengan keamanan dicegah dengan mengalikan suatu faktor pada pembebanan. Berbeda dengan perencanaan tegangan kerja yang meninjau keadaan pada beban kerja, peninjauan pada perencanaan keadaan batas ditujukan pada ragam keruntuhan (failure mode) atau keadaan batas dengan membandingkan keamanan pada kondisi keadaan batas.


Batang tarik dapat berbentuk profil tunggal ataupun variasi bentuk dari susunan profil tunggal. Bentuk penampang yang digunakan antara lain bulat, plat strip, plat persegi, baja siku dan siku ganda, kanal dan kanal ganda, profil WF, H, I, ataupun boks dari susunan profil tunggal.




Batang Tarik

Batang tarik didefinisikan sebagai batang-batang dari struktur yang dapat menahan pembebanan tarik yang bekerja searah dengan sumbunya. Batang tarik umumnya terdapat pada struktur baja sebagai batang pada elemen struktur penggantung, rangka batang (jembatan, atap dan menara). Selain itu, batang tarik sering berupa batang sekunder seperti batang untuk
1. lingkup pekerjaan dan peraturan bangunan pengaku sistem lantai rangka batang atau untuk penumpu antara sistem dinding berusuk (bracing).

Batang tarik dapat berbentuk profil tunggal ataupun variasi bentuk dari susunan profil tunggal. Bentuk penampang yang digunakan antara lain bulat, plat strip, plat persegi, baja siku dan siku ganda, kanal dan kanal ganda, profil WF, H, I, ataupun boks dari susunan profil tunggal. Secara umum pemakaian profil tunggal akan lebih ekonomis, namun penampang tersusun diperlukan bila:
− Kapasitas tarik profil tunggal tidak memenuhi
− Kekakuan profil tunggal tidak memadai karena kelangsingannya
− Pengaruh gabungan dari lenturan dan tarikan membutuhkan kekakuan lateral yang lebih besar
− Detail sambungan memerlukan penampang tertentu
− Faktor estetika.

Kekakuan batang tarik


 

Luas penampang bruto, netto dan efektif netto

Luas penampang bruto dari sebuah batang Ag didefinisikan sebagai hasil perkalian antara tebal dan lebar bruto batang. Luas penampang netto didefinisikan sebagai perkalian antara tebal batang dan lebar nettonya. Lebar netto didapat dengan mengurangi lebar bruto dengan lebar dari lubang tempat sambungan yang terdapat pada suatu penampang.

Gambar Contoh aplikasi batang tarik



Di dalam AISCS ditentukan bahwa dalam menghitung luas netto lebar dari paku keling atau baut harus diambil 1/16 in lebih besar dari 1. lingkup pekerjaan dan peraturan bangunan 305 dimensi nominal lubangnya dalam arah normal pada tegangan yang bekerja. AISC memberikan daftar hubungan antara diameter lubang dengan ukuran alat penyambungnya. Untuk lubang-lubang standar, diameter lubang di ambil 1/16 in lebih besar dari ukuran nominal alat penyambung. Dengan demikian di dalam menghitung luas netto, diameter alat penyambung harus ditambah 1/8 in atau (d + 1/16 + 1/16). 

Gambar Beberapa tipe penampang batang tarik


Batang tarik bulat Batang tarik yang umum dan sederhana adalah batang bulat berulir. Batang ini biasanya merupakan batang sekunder dengan tegangan rencana yang kecil, seperti (a) pengikat gording untuk menyokong gording pada bangunan industri (Gambar a); (b) pengikat vertikal untuk menyokong rusuk pada dinding bangunan industri; (c) penggantung, seperrti batang tarik yang menahan balkon (Gambar c); dan (d) batang tarik untuk menahan desakan pada pelengkung (arch).

Batang tarik bulat sering digunakan dengan tarikan awal sebagai ikatan angin diagonal pada dinding, atap dan menara. Tarikan awal bermanfaat untuk memperkaku serta mengurangi lendutan dan getaran yang cenderung menimbulkan kehancuran lelah pada sambungan. Tarikan awal ini dapat diperoleh dengan merencanakan batang 1/16 in lebih pendek untuk setiap panjang 20 ft.

Batang-batang jadi

Jarak mendatar dari alat sambungan paku keling baut atau las setempat untuk dua buah pelat atau sebuah pelat dan sebuah perletakan rol tidak boleh melebihi 24 kali ketebalan dari pelat yang paling tipis atau 12 in. Jarak mendatar dari baut, paku keling atau las setempat yang menghubungkan dua atau lebih perletakan rol tidak boleh lebih dari 24 in.

Untuk batang-batang yang dipisahkan oleh rusuk-rusuk berselang seling, jarak antar rusuk-rusuk penyambung tersebut harus dibuat sedemikian rupa sehingga perbandingan kerampingan dari tiap komponen yang panjangnya diambil sebesar jarak antara alat-alat penyambung dari rusuk, tidak boleh melampaui 240.

Pelat penutup berlubang atau pelat pengikat seperti terlihat pada Gambar bisa digunakan pada bagian yang terbuka dari batang tarik jadi. Pelat pengikat tersebut harus direncanakan berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini:

− Jarak antara pelat harus diambil sedemikian rupa hingga perbandingan kerampingan dari tiap komponen yang berada di antara kedua pelat tersebut tidak melampaui 240.
− Panjang (tinggi) dari pelat pengikat tidak boleh kurang dari dua pertiga jarak horisontal dari alat penyambung paku keling, baut atau las yang menghubungkan alat tersebut dengan komponen dari batang jadi.
− Tebalnya alat penyambung tidak boleh kurang dari A dari jarak horisontal tersebut.
− Jarak vertikal dari alat-alat penyambung yang terdapat pada pelat pengikat seperti paku keling, baut atau las tidak boleh melampaui 6 in.
− Jarak minimum dari alat-alat penyambung seperti tersebut di atas ke tepi-tepi pelat pengikat sesuai persyaratan. −


Gambar Pemakaian batang tarik bulat


 
Gambar Jarak antar pelat yang dibutuhkan batang tarik



 Batang Tekan


 Batang Lentur


Batang lentur didefinisikan sebagai batang struktur yang menahan baban transversal atau beban yang tegak lurus sumbu batang. Batangbatang lentur pada struktur yang biasanya disebut gelagar atau balok bisa dikategorikan sebagai berikut:
Joist: adalah susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan
Lintel: adalah balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela
Balok spandrel: adalah balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai
Girder: adalah susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)
− Gelagar tunggal atau balok tunggal

Gelagar biasanya direncanakan sebagai gelagar sederhana (simple beam) dengan perletakan sendi-rol, perletakan jepit, jepit sebagian atau sebagai balok menerus.
Gelagar atau balok pada umumnya akan mentransfer beban vertikal sehingga kemudian akan terjadi lenturan. Pada saat mengalami lenturan, bagian atas dari garis netral tertekan dan bagian bawah akan tertarik, sehingga bagian atas terjadi perpendekan dan bagian bawah terjadi perpanjangan.

Struktur balok sebagai batang lentur harus memenuhi tegangan lentur yang diijinkan. Tegangan lentur balok adalah hasil pembagian antara perkalian momen lentur dan jarak dari serat penampang terjauh ke garis netral, dengan momen inersia penampang.

Menurut AISC, pada kondisi umum tegangan lentur yang diijinkan sebesar:

Fb = 0.66 Fy.

Batang lentur juga harus memenuhi syarat-syarat kekompakan sayap profil batang baja dan tunjangan lateral dari sayap tekan. Batang lentur kompak didefinisikan sebagai batang yang mampu mencapai batas momen plastisnya sebelum terjadi tekuk pada batang tersebut. Hampir semua profil W dan S mempunyai sifat kompak.

Gambar Ikatan lateral sistem rangka lantai satu atap


Tunjangan lateral dari gelagar

Apabila ada beban transversal yang bekerja pada gelagar maka sayap tekan akan bertingkah laku dalarn cara yang sama seperti sebuah kolom. Gambar. Ikatan lateral sistem rangka lantai satu atap Apabila panjang gelagar bertambah, maka sayap tekan bisa mengalami tekukan. Terjadinya perpindahan ini pada sumbu yang lebih lemah akan menyebabkan timbulnya puntiran yang akhirnya bisa menyebabkan terjadinya keruntuhan. Batang-batang yang mengalami pembengkokan bukan pada sumbu utamanya tidak memerlukan konstruksi ikatan. Namun demikian batang-batang tersebut harus memenuhi syarat-syarat yang dimuat dalam AISCS 1.9.2. Struktur kotak biasanya tidak memerlukan konstruksi ikatan menurut ketentuan dalarn AISCS 1.5.1.4. 1. dan 1.5.1.4.4. Batang-batang yang mengalami pembengkokan pada sumbu utamanya, perlu mendapatkan konstruksi ikatan pada sayap tekannya untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan lateral.

Untuk menentukan bentuk tunjangan lateral, diperlukan suatu penilaian tertentu sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Sebuah gelagar yang dibungkus dengan beton dapat dikatakan telah dilengkapi dengan tunjangan lateral pada seluruh bentangnya. Balok bersilangan yang mengikat gelagar yang satu dengan gelagar yang lainnya apabila disambung dengan baik pada sayap tekan, juga merupakan suatu tunjangan lateral. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa balok silang tersebut harus rnempunyai kekakuan yang cukup baik. Kadang-kadang kita perlu memberikan ikatan diagonal pada suatu bagian tertentu untuk mencegah terjadinya pergerakan pada kedua arah. Konstruksi ikatan seperti yang diperlihatkan pada Gambar 6.31. dapat memberikan kekakuan pada beberapa bagian lainnya.

Lantai metal dalam beberapa hal bukanlah merupakan konstruksi ikatan lateral. Setelah diberikan sambungan-sambungan secukupnya, barulah lantai metal dapat dianggap sebagai konstruksi ikatan lateral. Kasus-kasus tunjangan parsial (sebagian) bisa diubah menjadi tunjangan sepenuhnya dengan melipat gandakan jarak celahnya. Misalnya lantai yang dipaku mati setiap empat ft bisa dianggap sebagai sepertiga dari tunjangan lateral yang utuh, dan pada jarak 12 ft lantai tersebut akan merupakan suatu tunjangan yang utuh.

Gaya geser


Lubang-lubang pada gelagar
Sedapat mungkin lubang-lubang pada gelagar harus dihindarkan. Apabila lubang-lubang mutlak diperlukan, harus diusahakan untuk menghindari adanya lubang pada badan profil yang mengalami gaya geser besar dan pada bagian sayap yang mengalami beban momen besar.

Sambungan ujung gelagar

yang menggunakan baut pada badan profil yang tipis dapat menciptakan suatu kondisi robeknya badan profil. Keruntuhan dapat terjadi akibat kombinasi bekerjanya gaya geser/lintang melalui baris-baris baut dan gaya tarikan pada penampang bidang baut.


Gambar Contoh lubang pada sayap gelagar




Gambar Lubang pada gelagar



Keruntuhan badan profil

Gelagar dapat mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsinya akibat terjadinya keruntuhan pada badan profil, serta pada titik-titik terdapatnya konsentrasi tegangan yang besar karena bekerjanya beban terpusat atau adanya reaksi perletakan. Hal ini dapat dicegah dengan memakai pengaku-pengaku badan vertikal. Keruntuhan terjadi pada ujung rusuk badan, pada titik gelagar menyalurkan tekanan dari sayap yang relatif lebar ke badan profil yang sempit. Dalam perhitungan tegangan pada badan profil bekerja menyebar sepanjang badan, dengan sudut 45°.

Lenturan
Lenturan dari sebuah batang struktur merupakan fungsi dari momen inersianya. Lenturan yang diijinkan pada gelagar biasanya dibatasi oleh peraturan dan perlu diperiksa dalam proses pemilihan gelagar. Menurut AISC batas lenturan terhadap beban hidup dari gelagar yang menyangga langit-langit sebesar 1/360 panjang bentangnya.

Keruntuhan badan gelagar



 Kombinasi Lentur dan Gaya Aksial


Gelagar Plat balok yang dibentuk oleh elemen-elemenplat

 

Jenis Konstruksi Sambungan pada Struktur

Konstruksi sambungan pada struktur baja pada umumnya dikategorikan atas:
Sambungan portal kaku, yaitu sambungan yang memiliki kontinuitas penuh sehingga sudut pertemuan antara batang-batang tidak berubah, yakni dengan pengekangan (restraint) rotasi sekitar 90% atau lebih. Sambungan ini umumnya digunakan pada metode perancangan plastis.
Sambungan kerangka sederhana, yaitu sambungan dengan pengekangan rotasi pada ujung batang sekecil mungkin. Suatu kerangka dianggap sederhana jika sudut semula antara batang-batang yang berpotongan dapat berubah sampai 80% dari besarnya perubahan teoritis yang diperoleh dengan menggunakan sambungan sendi tanpa gesekan. Sambungan kerangka semi kaku, yaitu sambungan dengan pengekangan antara 20-90% dari yang diperlukan untuk mencegah perubahan sudut.

 



Sambungan balok sederhana

Jenis sambungan balok sederhana umumnya digunakan untuk menyambung suatu balok ke balok lainnya atau ke sayap kolom. Sambungan balok sederhana yang dilas dan dibaut diperlihatkan pada gambar 6.41. Pada sambungan ini, siku penyambung dibuat sefleksibel mungkin. Gambar 6.41(a), adalah sambungan dengan dengan 5 lubang baut yang digambarkan dengan lingkaran lubang baut yang diblok berwarna hitam. Sedangkan pada gambar 9.38(b), adalah sambungan ke badan balok dengan lubang baut yang dikerjakan di bengkel yang digambarkan dengan lingkaran yang tidak diblok. Sambungan dengan siku penyambung dapat juga dilas seperti pada gambar 6.41 (c) dan (d).

Dalam praktek konstruksi saat ini, sambungan yang dibuat di bengkel umumnya dilas sedangkan sambungan di lapangan dapat dibaut ataupun dilas. Bila sebuah balok disambungkan dengan balok lain sehingga sayap balok berada pada level yang sama, sayap balok harus (d) (e) dipotong/ditoreh. Kehilangan sayap tidak banyak mengurangi kekuatan geser, karena bagian sayap hanya memikul sedikit gaya geser 

 

Sambungan balok dengan dudukan tanpa perkuatan 

Merupakan alternatif dari sambungan balok sederhana dengan siku badan. Balok dapat ditumpu pada satu dudukan tanpa perkuatan (stiffened). Dudukan (siku) tanpa perkuatan seperti ditunjukan pada gambar dan direncanakan untuk memikul reaksi penuh. Sambungan dengan dudukan ditujukan hanya untuk memindahkan reaksi vertikal dan tidak boleh menimbulkan momenmyang besar pada ujung balok.

 

Sambungan balok dengan dudukan tanpa perkuatan


Gambar Penampang kritis untuk lentur pada dudukan



Tebal dudukan ditentukan oleh tegangan lentur pada penampang kritis siku tersebut, seperti pada gambar. Pada gambar (a), dipakai sambungan baut tanpa penyambungan ke balok. Penampang kritis diambil pada penampang netto yang melalui barisan baut teratas. Jika balok dihubungkan ke siku seperti gambar (b), rotasi ujung balok menimbulkan gaya yang cenderung mencegah pemisahan balok dari kolom. Pada sambungan yang dilas, las penuh pada sepanjang ujung dudukan akan melekatkan siku pada kolom, sehingga penampang kritisnya seperti ditunjukan pada gambar (c), tanpa memandang apakah balok dihubungkan dengan dudukannya.

 

Sambungan dudukan dengan perkuatan

Sambungan dengan plat konsol segitiga

Sambungan menerus balok ke kolom 

Sambungan menerus balok ke balok 

Sambungan sudut portal kaku

Sambungan pada alas kolom

Baja sebagai Elemen Komposit


Pertanyaan pemahaman:

1. Apakah kelebihan penggunaan bahan baja sebagai material struktur bangunan?
2. Sebutkan sifat-sifat mekanis baja?
3. Sebutkan jenis-jenis profil baja di pasaran berdasarkan klasifikasi proses pembentukannya?
4. Sebutkan dan jelaskan beberapa sistem konstruksi baja untuk struktur bangunan?
5. Jelaskan karakteristik sambungan baut untuk konstruksi baja?
6. Sebutkan macam-macam sambungan las?
7. Jelaskan kriteria struktur dengan konstruksi baja!
8. Jelaskan kriteria dan persyaratan struktur dengan konstruksi baja untuk elemen batang tarik, batang tekan dan lentur!
9. Gambarkan beberapa aplikasi konstruksi pada struktur baja?


Tugas pendalaman:

Cari sebuah contoh bangunan dengan struktur rangka baja. Gambarkan macam-macam konstruksi sambungan yang terdapat pada struktur rangka baja tersebut. Jelaskan jenis konstruksi sambungan serta peralatan sambung apa saja yang digunakan.

 

Selengkapnya : Teknik Struktur Bangunan

 

- Harga Besi Batangan Bulat - Harga Besi Begel - Harga Besi Begel 6 - Harga Besi Begel 6 Mili