Bangun rumah 1–2 lantai itu kelihatannya sederhana, tapi urusan besi beton sering jadi jebakan paling sering bikin biaya bengkak. Kurang hitung, besi habis di tengah jalan. Kebanyakan hitung, anggaran jebol tanpa sadar. Padahal, dengan cara hitung yang benar dan mengacu ke besi beton SNI, semuanya bisa jauh lebih rapi, aman, dan terkontrol.
Artikel ini akan membahas cara menghitung kebutuhan besi beton SNI untuk rumah 1–2 lantai, lengkap dengan simulasi sederhana dan tabel yang bisa langsung dipakai di lapangan. Bahasanya santai, tapi hitungannya tetap masuk akal dan realistis seperti yang biasa dipakai di proyek.
Kenapa Harus Menghitung Besi Beton Sejak Awal?
Besi beton bukan item murah. Dalam struktur rumah, porsinya bisa mencapai 20–30% dari total biaya struktur. Salah hitung sedikit saja, dampaknya bisa panjang:
Proyek terhenti karena material habis
Tukang nganggur, waktu terbuang
Harus beli ulang dengan harga berbeda
Struktur berisiko jika besi dikurangi di lapangan
Menghitung sejak awal bukan soal pelit, tapi soal perencanaan yang cerdas.
Pentingnya Menggunakan Besi Beton SNI untuk Rumah Tinggal
Untuk rumah 1–2 lantai, banyak orang masih tergoda pakai besi “asal kuat”. Masalahnya, kuat menurut mata belum tentu kuat menurut struktur. Besi beton SNI memastikan:
Diameter sesuai (tidak “kurus”)
Berat per batang mendekati standar
Kekuatan tarik bisa diprediksi
Aman dipakai sesuai gambar struktur
Besi beton SNI bikin perhitungan jadi masuk akal, bukan kira-kira.
Struktur Rumah 1–2 Lantai: Besi Dipakai di Mana Saja?
Sebelum menghitung, kita perlu tahu bagian struktur apa saja yang memakai besi beton:
Pondasi (footplat / cakar ayam / sloof bawah)
Sloof
Kolom
Balok
Pelat lantai (untuk rumah 2 lantai)
Ring balok
Masing-masing punya kebutuhan diameter dan jumlah besi yang berbeda.
Ukuran Besi Beton yang Umum Dipakai untuk Rumah 1–2 Lantai
Berikut ukuran besi beton SNI yang paling sering dipakai di rumah tinggal:
Ø8 mm → begel, sengkang
Ø10 mm → sloof ringan, kolom kecil
Ø12 mm → kolom utama, balok
Ø13 mm → balok besar, struktur lantai
Ø16 mm → rumah 2 lantai dengan bentang besar
Tidak semua rumah butuh Ø16. Rumah 1 lantai umumnya cukup di Ø10–Ø12.
Rumus Dasar Menghitung Kebutuhan Besi Beton
Ada dua pendekatan umum:
1. Hitung Berdasarkan Panjang Struktur
Dipakai untuk sloof, kolom, dan balok.
Rumus sederhana:
Jumlah batang = Total panjang besi / panjang 1 batang (12 m)
2. Hitung Berdasarkan Berat (kg)
Dipakai untuk estimasi biaya dan kontrol anggaran.
Rumus berat besi:
Berat (kg) = panjang (m) × berat besi per meter
Berat Besi Beton SNI per Meter (Acuan Lapangan)
| Diameter | Berat / m (kg) |
|---|---|
| Ø8 | 0,395 |
| Ø10 | 0,617 |
| Ø12 | 0,888 |
| Ø13 | 1,04 |
| Ø16 | 1,58 |
Data ini penting untuk simulasi dan estimasi biaya.
Simulasi Rumah 1 Lantai (Luas ±45 m²)
Asumsi:
Rumah 6 × 7,5 m
Struktur sederhana
Tinggi kolom 3 m
Besi SNI
Panjang 1 batang = 12 m
1. Perhitungan Sloof
Spesifikasi:
Sloof 15 × 20 cm
Tulangan utama: 4D10
Begel: Ø8 @150 mm
Panjang sloof total:
Keliling bangunan = 2 × (6 + 7,5) =
27 m
Besi utama:
27 m × 4 = 108 m
108 ÷ 12 =
9 batang Ø10
Begel:
Jarak 0,15 m → 27 ÷ 0,15 = 180 buah
Panjang
1 begel ±0,6 m
180 × 0,6 = 108 m
108 ÷ 12 =
9 batang Ø8
2. Perhitungan Kolom
Asumsi:
9 titik kolom
Tinggi kolom 3 m
Tulangan utama 4D10
Begel Ø8 @150 mm
Besi utama:
9 × 3 × 4 = 108 m
108 ÷ 12 =
9 batang Ø10
Begel:
Per kolom ±20 buah
Total = 180 buah
180
× 0,6 = 108 m
108 ÷ 12 = 9 batang Ø8
3. Perhitungan Ring Balok
Mirip sloof.
Besi utama:
27 × 4 = 108 m
→
9 batang Ø10
Begel:
Sama seperti sloof
→
9 batang Ø8
Rekap Besi Rumah 1 Lantai
| Jenis | Diameter | Jumlah Batang |
|---|---|---|
| Sloof utama | Ø10 | 9 |
| Kolom utama | Ø10 | 9 |
| Ring balok | Ø10 | 9 |
| Begel total | Ø8 | 27 |
| Total | 54 batang |
Simulasi Rumah 2 Lantai (Luas ±90 m²)
Untuk rumah 2 lantai, kebutuhan besi naik signifikan karena ada pelat lantai dan balok lantai.
Tambahan Struktur Rumah 2 Lantai
Balok lantai
Pelat lantai beton
Kolom diperkuat
Estimasi Kebutuhan Besi Pelat Lantai
Asumsi:
Wiremesh M8 atau besi Ø8
Jarak 200 mm
Luas 45 m²
Kebutuhan besi pelat rata-rata:
±8–10 kg/m²
45 × 9 = ±405 kg besi
Jika pakai besi Ø8:
405 ÷ (0,395 × 12) ≈ 86 batang Ø8
Estimasi Total Besi Rumah 2 Lantai
| Diameter | Estimasi Batang |
|---|---|
| Ø8 | 110–120 |
| Ø10 | 35–40 |
| Ø12 | 20–25 |
| Total | ±170 batang |
Angka ini bisa berubah tergantung desain, tapi cukup akurat untuk estimasi awal.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Besi Beton Rumah
Tidak pakai data berat besi SNI
Lupa menghitung begel
Asumsi panjang batang bukan 12 m
Mengurangi besi di lapangan
Menggabungkan hitungan rumah 1 dan 2 lantai
Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada struktur.
Kenapa Pengalaman Lapangan Itu Penting?
Di atas kertas, hitungan bisa rapi. Tapi di lapangan, banyak penyesuaian terjadi. Pengalaman membantu menentukan:
Diameter yang realistis
Jarak begel yang aman
Kombinasi besi dan wiremesh
Efisiensi tanpa mengorbankan kekuatan
Itulah kenapa perhitungan besi sebaiknya tidak asal copy-paste.
Besi Beton SNI Membuat Hitungan Lebih Aman
Dengan besi beton SNI:
Berat sesuai hitungan
Tidak ada “besi kurus”
Struktur bekerja sesuai desain
Risiko keropos lebih kecil
Untuk rumah yang akan dihuni puluhan tahun, ini bukan pilihan mahal—tapi pilihan aman.
Hitung Rapi, Bangun Tenang
Menghitung kebutuhan besi beton SNI untuk rumah 1–2 lantai sebenarnya tidak rumit, asal tahu alurnya. Mulai dari memahami struktur, memilih diameter yang tepat, lalu menghitung panjang dan berat secara logis.
Dengan perhitungan yang benar, Anda bisa:
Mengontrol biaya
Menghindari pemborosan
Menjaga kekuatan struktur
Bangun rumah dengan rasa tenang
Karena rumah yang kokoh selalu dimulai dari tulangan yang dihitung dengan benar.

Share ke Pinterest . 