Fondasi itu ibarat kaki manusia. Kelihatannya tertanam di bawah, jarang terlihat, tapi justru menentukan kuat atau tidaknya seluruh bangunan. Sayangnya, masih banyak orang fokus ke dinding, atap, atau finishing—sementara urusan fondasi sering dianggap “yang penting pakai besi”.
Padahal, salah memilih ukuran besi beton untuk fondasi bisa berakibat fatal. Retak dini, penurunan bangunan, sampai risiko kerusakan struktur jangka panjang sering berawal dari fondasi yang tidak direncanakan dengan benar.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan praktis:
✔ ukuran besi beton yang ideal untuk fondasi
✔ perbedaan kebutuhan rumah 1 lantai, 2 lantai, hingga bangunan berat
✔ kombinasi besi polos, ulir, dan
wiremesh
✔ kesalahan lapangan yang sering terjadi
Disusun dengan bahasa santai, tapi tetap teknis dan aplikatif—cocok untuk pemilik rumah, kontraktor, tukang, sampai developer.
Kenapa Ukuran Besi Beton Fondasi Tidak Bisa Disamaratakan?
Masih banyak yang bertanya, “Pakai besi 10 atau 12 aja cukup, kan?”
Jawabannya: belum tentu.
Ukuran besi beton fondasi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
-
Beban bangunan (1 lantai, 2 lantai, atau lebih)
-
Jenis tanah (keras, sedang, lunak)
-
Tipe fondasi (cakar ayam, batu kali, foot plat, tiang pancang)
-
Fungsi bangunan (rumah tinggal, ruko, gudang, industri)
Artinya, fondasi rumah kecil tidak bisa disamakan dengan fondasi ruko atau bangunan bertingkat.
Jenis Fondasi dan Kebutuhan Besi Betonnya
Sebelum bicara ukuran, kita perlu paham dulu jenis fondasi yang umum dipakai.
1. Fondasi Batu Kali
Biasanya digunakan untuk:
-
Rumah 1 lantai
-
Beban ringan
-
Tanah relatif stabil
Meski namanya batu kali, fondasi ini tetap membutuhkan besi beton, terutama pada sloof di atasnya.
Ukuran besi yang umum dipakai:
-
Tulangan utama: Ø10 mm – Ø12 mm
-
Sengkang: Ø6 mm – Ø8 mm
-
Jumlah tulangan: 4 batang utama
Banyak proyek kecil gagal karena sloof terlalu kecil atau besinya dikurangi.
2. Fondasi Foot Plat (Tapak)
Fondasi ini sering dipakai untuk:
-
Rumah 2 lantai
-
Ruko
-
Bangunan dengan kolom terpisah
Foot plat membutuhkan besi beton yang lebih besar karena menahan beban terpusat dari kolom.
Ukuran besi yang umum:
-
Tulangan bawah & atas: Ø12 mm – Ø16 mm
-
Jarak tulangan: 15–20 cm
-
Kombinasi besi ulir untuk daya lekat maksimal
Untuk bangunan bertingkat, besi Ø10 biasanya sudah tidak cukup.
3. Fondasi Cakar Ayam
Fondasi ini digunakan pada:
-
Tanah lunak
-
Bangunan dengan beban besar
-
Area rawan penurunan tanah
Cakar ayam membutuhkan kombinasi besi beton diameter besar dan penulangan rapat.
Umumnya digunakan:
-
Tulangan utama: Ø13 mm – Ø16 mm
-
Sengkang dan pengikat: Ø8 mm – Ø10 mm
-
Besi ulir sangat disarankan
Kesalahan umum: ukuran cukup, tapi jarak terlalu renggang.
4. Fondasi Tiang Pancang / Bore Pile
Dipakai untuk:
-
Gedung bertingkat
-
Gudang
-
Bangunan industri
Fondasi ini membutuhkan besi beton diameter besar dan kualitas tinggi.
Ukuran yang sering dipakai:
-
Tulangan utama: Ø16 mm – Ø25 mm
-
Spiral/sengkang: Ø10 mm – Ø13 mm
-
Wajib perhitungan struktur
Untuk jenis ini, tidak ada istilah “kira-kira”.
Ukuran Besi Beton Ideal untuk Fondasi Rumah Tinggal
Agar lebih praktis, berikut panduan umum yang sering dipakai di lapangan.
Rumah 1 Lantai
-
Tulangan fondasi / sloof: Ø10 mm – Ø12 mm
-
Sengkang: Ø6 mm – Ø8 mm
-
Jumlah tulangan: 4 batang
-
Jenis besi: polos atau ulir (ulir lebih disarankan)
Rumah 2 Lantai
-
Tulangan fondasi: Ø13 mm – Ø16 mm
-
Sengkang: Ø8 mm
-
Jenis besi: ulir
-
Jarak sengkang lebih rapat
Rumah 3 Lantai ke Atas
-
Tulangan fondasi: Ø16 mm ke atas
-
Kombinasi tulangan atas & bawah
-
Wajib perhitungan struktur
Ingat, ini panduan umum, bukan pengganti perhitungan teknik.
Besi Beton Polos vs Ulir untuk Fondasi
Masih banyak yang bingung, mana yang lebih cocok?
Besi Beton Polos
Kelebihan:
-
Lebih lentur
-
Mudah dibengkokkan
-
Cocok untuk sengkang
Kekurangan:
-
Daya lekat lebih rendah
Besi Beton Ulir
Kelebihan:
-
Daya lekat tinggi
-
Lebih kuat menahan tarik
-
Cocok untuk tulangan utama
Kesimpulan:
👉
Fondasi sebaiknya menggunakan besi ulir sebagai tulangan utama, dan besi polos untuk sengkang.
Peran Wiremesh pada Fondasi
Wiremesh jarang dipakai langsung di fondasi tapak, tapi sering digunakan pada:
-
Plat lantai kerja
-
Pelat beton bawah
-
Area penunjang fondasi
Ukuran wiremesh yang umum:
-
M6 – M8 untuk rumah tinggal
-
M10 ke atas untuk beban berat
Wiremesh membantu:
-
Distribusi beban lebih merata
-
Kontrol retak dini
-
Mempercepat pekerjaan
Kesalahan Umum dalam Memilih Besi Beton Fondasi
Ini yang sering terjadi di lapangan:
❌ Mengurangi diameter besi demi hemat
❌ Mengganti besi ulir dengan polos
❌ Jarak sengkang terlalu jarang
❌ Tidak memperhatikan kondisi tanah
❌ Menggunakan besi non-standar
Padahal, hemat di fondasi sering berujung boros di perbaikan.
Kenapa Fondasi Harus Menggunakan Besi Beton Standar?
Besi beton yang baik memiliki:
-
Diameter konsisten
-
Berat sesuai standar
-
Kekuatan tarik teruji
-
Daya lekat optimal dengan beton
Fondasi adalah elemen yang tidak bisa diganti setelah bangunan berdiri. Sekali salah, risikonya seumur bangunan.
Fondasi Kuat = Kombinasi yang Tepat
Fondasi yang ideal bukan soal besi paling besar, tapi:
-
Ukuran sesuai beban
-
Jumlah tulangan cukup
-
Jarak dan detail benar
-
Material berkualitas
Besi Ø16 dipasang asal-asalan bisa kalah kuat dibanding Ø12 yang dipasang benar.
Jadi, Ukuran Berapa yang Paling Ideal?
Jawaban jujurnya: tergantung kebutuhan struktur.
Namun sebagai gambaran:
Rumah 1 lantai: Ø10–Ø12 mm
Rumah 2 lantai: Ø13–Ø16 mm
Bangunan berat: Ø16 mm ke atas
Fondasi bukan tempat untuk coba-coba. Dengan memilih ukuran besi beton yang tepat sejak awal, Anda sedang berinvestasi pada keamanan, kekuatan, dan umur bangunan.

Tulis KOMENTAR