Aplikasi Konstruksi Beton bertulang [TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BETON]

TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BETON 

Sifat dan Karakteristik Beton sebagai Material Bangunan 

Material Penyusun Beton Bertulang 

Konstruksi dan Detail Beton Bertulang  : Detail Beton Bertulang  



Aplikasi Konstruksi Beton bertulang

1. Desain Struktur Beton Bertulang

a) Tujuan Desain

Pada konstruksi beton bertulang, tujuan desainnya adalah:

- Menentukan sistem struktur yang bisa dikerjakan dan ekonomis. Ini termasuk pemilihan model struktur yang sesuai dan penataan elemen struktur seperti kolom dan balok.

- Menetapkan dimensi struktural, ukuran penampang komponen struktur, termasuk ketebalan selimut beton.

- Menentukan persyaratan kekuatan tulangan baik dalam arah longitudinal maupun transversal.

- Menyusun rincian tulangan beton, seperti panjang tulangan, kait, dan pembengkokannya.

- Memastikan memenuhi persyaratan kemampuan, seperti defleksi dan retakan.


b) Kriteria Desain

Untuk mencapai tujuan desain, ada empat kriteria umum yang harus dipenuhi:

- Keselamatan, kekuatan, dan stabilitas: Sistem dan elemen struktur harus didesain dengan memperhatikan batas angka keamanan agar menghindari kegagalan struktur.

- Estetika: Melibatkan pertimbangan terhadap bentuk, proporsi geometris, simetri, tekstur permukaan, dan artikulasi. Ini sangat penting terutama pada struktur khusus seperti monumen dan jembatan, di mana kolaborasi dengan arsitek dan perencana sangat diperlukan.

- Persyaratan fungsional: Suatu struktur harus dirancang untuk memenuhi fungsi-fungsi tertentu. Kemudahan konstruksi harus menjadi pertimbangan utama dari persyaratan fungsional, sehingga desain struktural praktis dan ekonomis untuk dibangun.

- Ekonomis: Struktur harus dirancang sesuai dengan anggaran proyek. Pada konstruksi beton bertulang, desain ekonomis bukan hanya mengurangi jumlah beton dan tulangan, tetapi juga mempertimbangkan biaya tenaga kerja, formwork, dan menghindari kesalahan kerja. Oleh karena itu, desain elemen yang tepat dan penyederhanaan penempatan kekuatan akan membuat konstruksi lebih mudah, cepat, ekonomis, dan menggunakan material minimum.


c) Proses Desain Beton Bertulang

Proses desain beton bertulang seringkali melibatkan uji coba dan kesalahan serta mempertimbangkan keputusan dari perancangnya. Setiap proyek struktur adalah unik, dan langkah-langkah berikut ini menggambarkan proses desain untuk struktur beton bertulang:

1. Konfigurasi Sistem Struktur: Menentukan bagaimana struktur beton bertulang akan dibangun.

2. Penentuan Data Desain: Termasuk desain pembebanan, kriteria desain, dan spesifikasi material.

3. Estimasi Awal Elemen: Membuat perkiraan awal untuk elemen-elemen struktur, dengan memperhatikan aturan kontrol defleksi serta persyaratan estetika dan fungsional.

4. Perhitungan Properti Penampang Elemen: Melakukan analisis struktural untuk memahami gaya-gaya internal seperti momen, gaya aksial, gaya geser, dan torsi. Juga, meninjau perhitungan defleksi.

5. Perhitungan Kekuatan Longitudinal dan Transversal: Menghitung persyaratan kekuatan berdasarkan momen dan gaya aksial, serta tuntutan geser dan momen torsi.

6. Modifikasi Desain Jika Diperlukan: Jika elemen tidak memenuhi kriteria desain, maka dilakukan modifikasi dan mengulangi langkah 1-3.

7. Evaluasi Lebih Detail: Melengkapi desain elemen dengan menambahkan beban-beban khusus, kombinasi-kombinasi, dan memastikan kekuatan serta memenuhi persyaratan kemampulayanan sesuai dengan peraturan, standar, dan spesifikasi.

8. Detail Penulangan: Menyusun detail penulangan, termasuk pengembangan gambar desain, catatan-catatan, dan spesifikasi yang diperlukan untuk pelaksanaan konstruksi.


Persyaratan kekuatan beton bertulang untuk perancangan struktur

Konstruksi Balok dan plat beton bertulang


Selengkapnya mengenai Teknik Struktur Bangunan

Posting Komentar