Harga wiremesh per lembar + Open Reseller

Harga wiremesh per lembar
Desember 2017 (update harga wiremesh klik tombol DAFTAR HARGA WIREMESH di bawah)

Di era konstruksi yang terus berkembang, wiremesh menjadi salah satu material vital yang menentukan kekuatan struktur beton — dari lantai rumah hingga infrastruktur besar — dan pada Desember 2017 dan hari ini, Jayasteel menghadirkan daftar harga wiremesh per lembar berdasarkan ukuran M4 hingga M12, memberi gambaran jelas bagi kontraktor dan konsumen tentang berapa biaya yang harus disiapkan untuk material ini, mulai dari ukuran kecil hingga berat terbesar sekalipun. 

Loco pabrik,
pembayaran cash

4     =      190.100
5     =      260.800
6     =      368.500
7     =      501.500
8     =      655.000
9     =      829.000
10     =      1.033.000
11     =      1.261.700
12     =      1.675.200
       
4,5     =      211.200
5,5     =      312.500
6,5     =      432.400
7,5     =      575.700
8,5     =      739.400
9,5     =      932.300
10,5     =      1.149.600
11,5     =      1.538.600
       
4,7     =      230.400
5,7     =      335.700
6,7     =      459.500
7,7     =      606.800
8,7     =      774.600
9,7     =      972.000
10,7     =      1.193.800
11,7     =      1.592.600


Afandi Kusuma membagikan tautan ke grup
Open Reseller
Terbuka kesempatan bagi Anda untuk ikut mempromosikan produk wiremesh yang kami sediakan.
Ukuran M4 s/d M10 ready stok.
Ada keuntungan yang cukup besar untuk proyek pembelian wiremesh yang anda rekomendasikan.
Info selengkapnya bisa via WA.
###################
Wiremesh digunakan sebagai tulangan dalam konstruksi beton bertulang. Umumnya diaplikasikan pada konstruksi yang berbentuk plat atau lembaran, misalnya plat lantai. Sering digunakan untuk jalan, lantai gudang, lantai dermaga atau pelabuhan, juga untuk bandara, dan lainnya.
Aplikasi pada rumah tinggal biasanya untuk lantai dan dek.
Wiremesh lembaran ukuran 2,1 m x 5,4 m.
Yang roll 2,1 m x 54 m, hanya untuk ukuran M4, M5, dan M6.
Menggunakan besi dengan Kuat tarik U50.
Standar SNI.

Muhammad Hilmy
siap

Jefry Alfiansyah Allan
Menarik kang. Ini utk gresik sekitarnya aja?


Den Ghaff
ukuran & hrga inbox cak

Muhammad Hilmy
ada brosur nya

Nuril Basyar
Bisa kirim pricelistnya pak. Inbox ya pak. Dg besi uk.brp.

Afandi Kusuma
WA

Muhammad Hilmy
kirim ya ke wa ya brosurnya

Afandi Kusuma

Inggih

Afandi Kusuma
seluruh Indonesia

Afandi Kusuma
ya, list harga diinbox dan di wa


🌀 Bayangan Baja di Bawah Jalan Sunyi — Cerpen Misteri

Hujan malam itu turun tanpa ragu. Di jalan raya Sunyi, sekelompok truk berat bergemuruh melintas membawa muatan baja hitam yang tertutup terpal. Di antara mereka, Truk No. 17 membawa wiremesh—lembaran baja yang selama ini menjadi jantung proyek pembangunan jembatan beton di Desa Karangsari. Wiremesh itu bukan sekadar baja; katanya, di atasnya tersemat harapan desa yang telah menunggu puluhan tahun. 

Di kabin, Ilham mengetuk setir tiga kali, seperti ritual. “Kita hampir sampai,” katanya pada dirinya sendiri. Ia membawa kiriman wiremesh ukuran berbeda: M4 yang harganya sekitar Rp190 ribuan, M8 sekitar Rp655 ribuan, hingga M12 yang harganya lebih dari satu juta rupiah per lembar—semua tertulis rapi dalam surat jalan yang ia genggam.(Jaya Steel)

Namun kali ini, suasana berbeda. Mendung gelap menjuntai rendah. Angin berputar, seolah ingin menghalangi kendaraan yang lewat.


Di belakang kabin, terdengar suara batang baja beradu pelan, mengingatkan Ilham pada cerita lama dari Pak Herman, kepala gudang tempat ia mengambil muatan. “Jangan pernah lewat Sunyi saat hujan,” kata Pak Herman suatu sore. “Jalan itu punya sejarah.”

Ilham mengangkat alis, mengingat tanggal tua bulan itu. Tanggal yang sama ketika konon sebuah truk pengangkut wiremesh hilang tanpa jejak dua puluh tahun lalu. Truk itu katanya membawa lembaran baja berat—dimensi 8 mm dan 10 mm yang paling banyak dipakai untuk lantai dan jembatan. 

Ia menekan pedal gas lebih dalam. Sinarnya menari di permukaan aspal basah.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Nomor tak dikenal muncul di layar—“0407XX”.

“Apakah Anda sopir Truk No. 17?” suara di telepon dalam nada datar.

“Iya…” jawab Ilham, waspada.

“Jangan lewat jembatan tua di kilometer 12. Beloklah ke kiri saat tanda rambu mati. Itu jalan yang aman.”

Talian terputus. Ilham menatap lurus ke depan. Ia tahu jalan yang dimaksud. Jalan itu sempit dan berliku. Tapi suara di telepon… seolah mengetahui persis rute yang akan ia lalui.


Setengah jam kemudian, pilar-pilar jembatan tua terlihat samar di bawah kabut. Truk Truk No. 17 mendekat, muatannya berguncang pelan—lembaran wiremesh dari ukuran 4,5 hingga 11,5 tersusun  

Lampu kabin menyorot jalan retak. Ada sesuatu yang aneh: Manusia berdiri di tepi jembatan, menyilaukan malam dengan sorot lampu senter. Mereka mengenakan jaket hitam, wajahnya tak jelas.

“Pak sopir!” salah satu berteriak.

Ilham menahan napas. Perlahan ia mematikan mesin.

“Kami tahu muatanmu,” suara pemimpin kelompok itu bergema. “Lembaran berat macam itu… jangan dibawa melewati sini.”

Salah satu dari mereka meraih kertas kecil, kemudian menunjuk angka: “Ukuran 8 hampir Rp655 ribu per lembar. Ukuran 10 lebih dari satu juta per lembar. Kita… punya hak atas itu.”

Ilham meneguk ludah. Ia tahu harga-harga itu bukan sekadar angka—itu biaya hidup banyak orang di proyek jembatan. Namun suara-suara malam ini terdengar terlalu menakutkan.


“Kenapa kalian menghalangi kami?” tanya Ilham lirih.

Pemimpin itu melangkah maju. “Sunyi tak suka baja. Ia bilang—metalik, berat… tak terbayang di sini.”

Mereka seperti mendesah. Seolah bayangan coil baja di dalam bak truk membuat sesuatu terbangun dari tidur panjang.

Sebelum Ilham sempat bereaksi, angin bertiup kencang. Cahaya senter padam. Suara gemuruh datang dari bawah jembatan—suara seperti baja bergesekan satu sama lain.

Ilham mundur. Truknya bergetar hebat.


Beberapa detik kemudian… sunyi.

Kelompok itu lenyap, hilang tanpa jejak. Hanya suara hujan yang tersisa di remang jembatan tua.

Ilham terdiam, menatap gelap yang membeku di depan. Ia kembali menyalakan mesin.

“Kita harus lanjut,” katanya pada diri sendiri.

Truk No. 17 melaju pelan melewati jembatan, setiap roda beradu dengan retakan tua yang tak terlihat oleh mata siang. Wiremesh di bak truk bergeser—serangkaian anyaman besi yang dirancang untuk menguatkan beton lantai, jalan, dan dermaga. 


Ketika pagi menyingsing, sinar matahari menerobos kabut panjang. Truk berhenti di lokasi proyek. Para pekerja menunggu di sana, beberapa dari mereka telah mendengar cerita tentang rintangan malam di jembatan Sunyi.

Mereka mengangkat lembaran wiremesh—M4 sampai M12—menyusunnya dengan hati-hati di bawah sinar mentari. Adalah pekerjaan yang memerlukan ketelitian, bukan sekadar kekuatan fisik; tiap lembar baja itu akan menjadi tulang bagi beton yang akan dituangkan. 

Beberapa pekerja bersenda gurau tentang “bayangan baja” di malam hari. Seolah wiremesh itu punya nyawa sendiri—berdecak setiap kali baja bertemu baja.

Ilham mengelap dahinya. Ia melihat kawat-kawat baja itu bersinar di bawah mentari pagi. Sebuah awal baru untuk jembatan yang telah lama ditunggu.


Kadang, apa yang terlihat hanya bagian dari cerita yang lebih dalam.
Di balik harga dan angka—seperti Rp501.500 untuk ukuran 7 atau Rp1.675.200 untuk ukuran 12 per lembar wiremesh—ada kisah manusia, tantangan, dan ketakutan yang harus dihadapi untuk mencapai sesuatu yang kokoh dan abadi.(Jaya Steel

daftar harga besi beton dan wiremesh
Share ke Twitter . fb-jayasteel-distributor-besi-beton-dan-wiremesh Share ke Facebook . pin-jayasteel-distributor-besi-beton-dan-wiremesh Share ke Pinterest .


0 comments

    - PT JAYA STEEL GROUP - Melayani Kebutuhan Anda: Besi Beton Bermutu (dari Pabrik berstandar SNI) untuk Anda yang peduli kualitas | Wiremesh Standar dari pabrik yang berkualitas

    ©2008- Didukung oleh : Afandi, Omasae, Suwur, Jagadtrans, Blogger, Global Water, Artikel - Kembali ke Atas -

    Kirim Pesan via WA wa-jayasteel-distributor-besi-beton-dan-wiremesh
    (klik untuk langsung menghubungi via Whatsapp)